Cerita Ngentot Terbaru 2014

Cerita Ngentot terbaru 2014 - Cerita Ngentot Paling Hot Silahkan Di Baca : Peristiwa ini terjadi ketika David berumur 36 tahun. David adalah seorang ayah yang memiliki 3 orang anak, David bekerja di bidang medis, dan kini tinggal di Jakarta Selatan. Wajahnya lumayan tampan, sedangkan istri David berkulit hitam manis dengan tinggi tubuhnya sekitar 165 cm, rambut lurus dan halus. Kehidupan seks David selama ini sangat normal, bahkan David termasuk laki - laki yang memiliki selera berhubungan seks yang tinggi. Tidak hanya sekarang, bahkan sejak David berusia 17 tahun pada saat dirinya tumbuh dewasa.

Disuatu malam yang dingin, David sengaja menghabiskan waktu untuk bermesraan bersama istrinya, mereka berdua duduk bersama dengan posisi istri berada di pangkuan, David menyentuh rambutnya dan tangannya bergerak ke leher istrinya, istri melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celananya. Tangan kanan david kemudian bergerak turun dari leher ke arah pinggul, istrinya bergeser turun dari pangkuannya, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. kamu tahu apa?, Ternyata istrinya tidak menggunakan CD.

Bahkan dengan istri, David harus mendapatkan kepuasan, tetapi sebagai laki - laki normal, David juga memiliki fantasi melakukan hubungan seks dengan wanita lain. David akan sangat bersemangat dengan seorang perempuan yang kurus, tinggi, ramping dan memiliki payudara yang tidak terlalu besar, Itulah gambaran perempuan yang menjadi idaman David. Menjelang Hari Valentine, David teringat kejadian 5 tahun yang lalu, dan David mencoba untuk menuangkan dalam sebuah tulisan:

Antara 1997 - 1998 aku diberi tugas belajar di Surabaya. Kota Surabaya sangat tidak asing bagiku karena di sanalah aku dilahirkan dan dibesarkan. Aku memutuskan untuk tinggal di asrama karena aku tidak ingin merepotkan kerabatku, toh juga hanya enam bulan?. Setelah sampai di asrama aku langsung berusaha menata pakaian - pakaianku ke almari dan buku - buku yang aku bawa terlihat masih sangat berantakan, sungguh aku memerlukan semangat pendorong untuk melakukan pekerjaan yang melelahkan ini. Akhirnya aku pun melakukan masturbasi. Dalam pikiranku, "Aku tidak bisa seperti ini terus.. aku memerlukan seseorang yang dapat memenuhi nafsu dan gairahku".

Keesokan harinya aku berusaha mencari teman - teman lamaku yang dulu ada di kota ini, satu - persatu mereka aku telepon. Singkatnya, ternyata aku telah kehilangan kontak dengan mereka, nomor - nomor ponsel mereka sudah tidak aktif. Hanya ada satu yang masih aktif, dia adalah Hani, usianya lebih tua dariku, Hani sudah menikah dan memiliki dua orang anak. Dulu kami pernah dekat, sering bersama saat belajar kelompok.

Hani keturunan chinese, cukup tinggi untuk seorang wanita, berkulit putih dan berdada rata. Awalnya kita berdua hanya melakukan telepon satu sama lain, berdiskusi, makan dan pergi bersama, sampai suatu hari ( pada pertengahan Februari ) dia menelponku sambil menangis tersedu - sedu dan dia mengatakan ingin bertemu denganku.

"Mas, bisa gak kita bertemu, aku ingin cerita".
" Bisa, baiklah kita bertemu di tempat biasa".
Dengan Lancer th 83'an aku pergi menemuinya, setelah bertemu Hani mengajakku pergi kerumahnya. "Ak tidak bisa melakukan ini, aku tidak ingin membuat suasana keruh bersama suamimu", ucapku kepada Hani. "Tidak apa - apa, ayo pergi bersamaku", ucap Hani. Dalam perjalanan kami berbicara macam - macam mulai ilmiah, politik, sampai hal - hal yang kotor.

"Mas, kapan kamu akan pergi ke Jakarta?" Dia bertanya ( jadwal aku untuk pulang ke rumah setiap bulan ).
"Minggu depan, emang knapa?" Tanyaku kembali.
"Tidak apa - apa sih, pengin nanya aja".
'Masak sih cuma pengin nanya saja, .... .... Pengin yang lain - lain kan, pengin nyoba?', jawabku.
'Hehehehe dasar ngeress aja yang ada dipikiran mas..

Setelah sampai ke tempat tujuan, di sebuah rumah yang tidak aku ketahui, Hani membuka pintu.
"Ini rumah siapa ????? Serambi kotor... penuh debu, kaya beberapa hari tidak disapu, kebangetan deh.' Tanyaku heran.
Ini rumah orang tuaku, kemarin abis dikontrakin, seminggu sekali aku kesini dan membersihkannya", jawabnya sambil masuk ke rumah gak terawat tersebut.

"Sebentar ya, aku mau masukin mobil dan segera kembali lagi..."
Dalam pikiranku, "Meskipun teras penuh debu kotor, namun rumah ini gak pengap... .... Cukup nyaman, furniturnya juga masih bagus,".
Hani mempersilahkanku duduk, sementara dia menyaapu teras depan rumah tersebut.
"Anggap aja rumah sendiri mas, gak usah sungkan... .. Aku mau bersih - bersih bentar,' katanya.

"Iya, ini rasanya udah kayak dirumah sendiri bersama istri sendiri," kataku sedikit menggodanya.
"Terserah deh, eh aku mau mandi dulu?" ucap Hani. Otakku dipenuhi pikiran ngeres, ngebayangin lekukan payudara Hani yang terlihat jelas dibalik baju transparan yang dikenakannya sehingga putingya terlihat sedikit menyembul.

Ngomong - ngomong ada apa memintaku datang ke tempat ini? Apakah kamu punya masalah yang serius, masalah apa itu?" Aku bertanya lebih lanjut tanpa basa - basi, ia pindah tempat duduk kesebelahku "Masalah keluarga mas...", Katanya.
"Apakah itu tentang seks?" Aku bercanda dengannya.
"Ah kamu tetep aja kaya dulu mas, sableng, dan tidak jauh dari yang gitu - gituan"... ... Tapi ada benernya sih ... .. Meskipun tidak secara langsung," jawabnya.

Kemudian Hani bercerita panjang lebar, intinya adalah rasa tidak puas, sikap otoriter suaminya dan selalu disalahkan ketika ada ketidaksepakatan dengan pada suatu masalah.
"Aku bener - bener sudah capek, Mas Sony suamiku selalu berpihak sama ibunya, ketika aku mencoba menjawab persoalan dengan mertua, justru mertuaku mengomel habis - habisan". Terisak ia mengakhiri kisahnya.
Ketika aku memegang tangannya, dia hanya terdiam, kemudian berkata lembut "Bolehkah aku bersandar di dada kamu mas?". Aku mengangguk dan cepat - cepat meraih dan membelai lembut rambut sebahunya. Aku mencium keningnya dengan lembut, Hani mendongak dan berbisik pelan "Mas, aku membutuhkan dukungan, kasih sayang dan belaian mesra."

Pada saat itu aku merasa hanyut dengan situasi yang diciptakannya, sehingga tanpa merasa canggung aku mencium matanya, kemudian hidungnya, Hani menngeliat sehingga bibir kami bertemu. Hani berdiri dan berkata pelan sambil memelukku, "pegang erat - erat, aku milikmu sekarang".
Dengan lembut aku mencium bibirnya lagi. Kami berpelukan seperti sepasang kekasih yang baru bertemu setelah berpisah lama dengan segunung kerinduan. Setelah itu kami berdua kembali duduk.
Bercinta Dengan Gadis Imut SMA
Dengan posisi Hani duduk di pangkuan, aku terus menyentuh rambutnya dan bergerak tanganku di lehernya, Hani melenguh, tangannya mencari dan mencoba meraih penis yang sudah tegang keluar celanaku. Tangan kananku kemudian bergerak dari leher ke arah pinggul, Hani bergeser turun dari pangkuanku, menarik pahanya, otomatis dasternya terangkat. Kamu tahu apa?, Ternyata Hani tidak menggunakan CD.

"Aku sudah enggak tahan mas, ... ... ... .. lakukan sekarang bisiknya. Segera aku menjilati merah muda mecky indah dengan sedikit rambut namun panjang - panjang, aku basahin dan sibakkan bulu - bulu halus dengan lidahku sambil sesekali menyentuh klitorisnya .
'Ahhh, mas ... ... ... ... ... .... ... ... ... .. Aku ingin, kamu masukan sekarang '... ... ... ... ... ... .... Tangannya berusaha membuka celanaku dan memegang penisku.
"Tapi aku gak nyaman di sini" Ucapku sambil memandangi ruang - ruang disekitar ruang tamu ini.
"Ya udah, yuk kita pindah ruangan di dalam", katanya berdiri dan mengunci ruang tamu tempat kami melakukan pemanasan tadi.

"Siapa takut ... ..., Dia tersenyum dan berjalan sambil membuka daster tipisnya, aku mengikuti dari belakang, tubuhnya begitu indah ... ... .. halus seperti marmer.

Kami masuk ke sebuah kamar tidur berukuran 5 x 6 meter dan cukup mewah. Yang lebih istimewa adalah adanya cermin besar ( mungkin ukurannya 3 x 2, 5 meter ) di depan tempat tidur. Hani memelukku di depan cermin dan dengan cekatan membuka kemeja, celana dan CD ku. Begitu indah dan erotis, gerakan - gerakan yang kami lakukan terlihat pada cermin itu.

Segera penisku mencuat keras seolah-olah sukacita karena melihat kebebasan. Aku memenuhi semua haus akan hasrat ini, kami menggosok dan saling berciuman. Setelah beberapa saat menyentuh dan disentuh, tubuh Hani yang indah menggeliat di tempat tidur sedang menunggu untuk di eksekusi. Aku melanjutkan kegiatanku yang ditangguhkan sebelumnya, berharap bahwa dia akan Mengerti apa yang aku inginkan. Dia seperti mendengar apa yang sedang aku pikirkan, Hani pun segera berbalik dan memposisikan diri pada posisi 69 .... dia langsung mengulum penisku yang sedang menegang kencang, tanpa rasa ragu dan takut Hani berperang melawan penis ukuran diameter 2,5 sampai 3,5 cm dan panjang 15 - 18 cm.

Ahhh ... Aku mendesah menikmati kuluman dan hisapan lembut bibir Hani... ... ... "Kamu benar - benar sangat pintar memuskan lelaki Han, aku memujinya, sementara dia masih tetap sibuk menghisap penisku.

Kemudian Hani membasahi meckynya sendiri dengan air liurnya, Hani terlihat sangat antusiasme.
Ohh, mas ... ... ... ... ... ... ... .. ayo ... ... .... ia bangkit dan jongkok di atas miniatur monasku ... ....
Dicapai dan diarahkan penisku ke lubang senggamanya, kemudian ia menggoyangnya naik dan turun dan menggigit dengan bibir meckynya. Aku memegang payudara mungil dan meremasnya dengan perlahan, kemudian setelah 3 menit, Hani ingin aku mendekap erat tubuhnya ... Hani tampaknya telah mencapai orgasme ketika ia menunggangiku ... ... ..

Aku membalikkan tubuh dengan posisi penis masih tertanam. Hani membantu membuka lebar - lebar gerbang surgawinya dengan diangkat kedua pahanya ke atas. Aku mundur kemudian penisku ke depan, dengan irama kocokan 5X dalam dan 1X ringan akhirnya berhasil ditembus lebih maksimal, "Mas .... , Mmmmhhh, Lebih ... ... ... .... Keras ... ...., Dia mengoceh gak karuan ... ... ....
"Ini sudah sampai aku berkata, '... .. Hani tertawa ... .. sehingga otot - otot vaginanya berdenyut berpartisipasi ritme tertawanya ... .... ,

Aku mendorong tubuh Hani ke ujung tempat tidur, dan menekan penisku semakin dalam. Hani berteriak histeris menikmati gaya permainanku, tangannya menarik - narik pinggulku seakan menikmati penisku yang sedang bergoyang mengganyang lubang kemaluannya ... ....
Aku mau sampai Han... ... .... dia tidak sempat mengatakan bahwa, aku jangan mengeluarkan sperma ke dalam rahimnya ... ... dan, AAaahhgghh ... ... aku kehilangan ingatanku, aku merasa melayang diatas awan untuk beberapa saat... ... Hani juga tampaknya telah mencapai orgasme untuk kedua kalinya.

Kami bercanda dan mengobrol di tempat tidur setelah pertempuran melelahkan sebelumnya dapat diselesaikan dengan penuh gairah.
"Kamu sudah kebangetan deh Han?".. "Maaf mas, aku tidak bisa menahan tertawa ketika kamu mengatakan aku sudah mau sampai"
"Hehehehe emangnya sudah sampai mana, sampai pasar?", katanya. Udah ah, yok mandi bareng - bareng, katanya sambil menciumku manja.

Setelah peristiwa itu, kami semakin sering bertemu dan ML di tempat - tempat dimanapun asal memungkinkan, sampai aku menyelesaikan tugas belajar yang aku jalani.

Cerita Dewasa Terbaru 2014, Cerita Sex, Cerita Paling Hot

Ini adalah Cerita Dewasa Terbaru 2014, Cerita Sex, Cerita Paling Hot , Cerita Dewasa Terbaru 2014 ini saya ambil dari cerita-cerita sex dari berbagai sumber cerita paling hot di internet, ini adalah cerita dewasa paling terbaru di hamsterhead.info semoga para remaja puas dengan cerita sex terbaru ini dan baca juga cerita-cerita hot lainya


Saya lahir di Jakarta, keturunan cina, umur 28 thn, kerja disalah satu perusahaan swasta sebagai auditor pembukuan dan keuangan, saya ditugasi untuk mengawasi cabang denpasar, jadi saya tinggal disana menempati rumah kontrakan.Cerita Dewasa Terbaru 2014

Suatu hari saya diberi kabar oleh pacar saya (Wiwi umur 26) yg di Jakarta, bahwa dia mau datang bersama adiknya (Irene umur 22).

Setelah kedatangannya, mereka menginap di kontrakanku (kamar tamu).

Tetapi Wiwi tidak bisa lama, karena dia hanya diberi ijin oleh kantornya 3 hari.

Selama 3 hari saya dan Wiwi selalu ngumpet-ngumpet dari cicinya untuk bermesraan, dan sialnya kita hanya bisa melakukan hubungan sex 1X (kami dulu telah biasa melakukannya sewaktu saya tingal di Jakarta), karena kesempatan untuk itu susah sekali.Cerita Dewasa Terbaru 2013

Setelah Wiwi pulang, tinggal saya dan Irine yg masih mau liburan di bali.

Pada hari minggu saya ajak dia jalan ke berbagai tempat wisata, pulangnya dia langsung ingin istirahat karena kelelahan. Karena saya belum merasa ngantuk, saya ke ruangan tamu untuk nonton TV, sedangkan dia masuk kamar tidur tamu untuk istirahat.Cerita Sex

Setelah acara yg saya sukai selesai, saya melihat jam, ternyata sudah jam 1 pagi, tiba-tiba muncul ide isengku untuk memasuki kamar tidur Irene, dengan perlahan-lahan saya berjalan mendekati pintu kamarnya, ternyata tidak dikunci, saya masuk dan melihat Irene telentang dengan kedua lengan dan paha terbuka, saya langsung mengambil tali plastik dan perlahan-lahan saya melucuti pakaiannya semua, mungkin karena dia terlalu lelah sehingga tidurnya sangat nyenyak sampai tidak tahu apa yg sedang saya lakukan, setelah semua pakaiannya kubuka, saya langsung mengikat lengan dan kakinya ke sudut-sudut ranjang.Cerita Sex

Tiba-tiba dia terbangun, dan terkejut karena tubuhnya telah telanjang polos dan terikat di ranjang. "Ko lepasin saya", suaranya gemetaran karena shock. "Cepat lepasin Ko!" Irene mengulangi perintahnya, kali ini lebih keras suaranya. Tubuh telanjangnya telah mambiusku. Aku segera mencopot celana dan celana dalamku dengan cepat. "Ko!" Irene memekik. "Mau ngapain kamu?" Irene terkesiap melihat batang kemaluanku yang sudah berdiri tegak. Kusentuh payudaranya dengan kedua tanganku, rasanya dingin bagai seonggok daging.

"Koko gila luu yah!" Aku merasakan sensasi aneh melihat payudara dan liang kemaluan adik pacarku ini. Jelas beda dengan waktu-waktu dulu kalau mengintip dia ganti baju di kamarnya. Sekarang aku melihatnya dengan cara yang berbeda. "Koko, gua khan adik Wiwi!" Aku menyentuh liang kemaluannya dengan tanganku, lalu menjilatinya.Cerita Paling Hot

Setelah puas segera kuletakkan batang kemaluanku di gerbang liang kemaluan Irene. "Ko jangaan!" dia memohon-mohon padaku. "Diam.. cerewet!" aku menjawab dengan sembarangan. Sekali batang kemaluanku kudorong ke depan, tubuhku sudah menjadi satu dengannya. "Iiih.. shiit!" dia mengumpat tapi ada nada kegelian dari suaranya itu. Aku menggoyangkan pinggangku secara liar hingga batang kemaluanku mengocok-kocok liang kemaluannya. "Ahh.. shiit! ah shiit! Ko stop!" Semakin dia mamaki dan mengumpatku dengan ekspresi judesnya itu, semakin terangsang aku jadinya.

Sambil memompa liang kemaluannya aku menghisap puting-puting payudaranya yang agak berwarna pink itu. "Mmmh.. udah jangan Ko!" Irene masih berteriak-teriak memintaku berhenti. "Lu diam aja jangan banyak ngomong", ujarku cuek. "Ohh shiit!" ujarnya mengumpat. Dia menatapku dengan tatapan yang bercampur antara kemarahan dan kegelian yang ditahan. Sejenak aku menghentikan gerakanku. Kasihan juga aku melihatnya terikat seperti ini. Dengan menggunakan cutter yang tergeletak di meja samping ranjang aku memotong tali yang mengikat kedua kakinya. Begitu kedua kakinya terlepas dia sempat berontak. Tapi apa dayanya dengan posisi telentang dengan tangan masih terikat. Belum lagi posisiku yang sudah mantap di antara kedua kakinya membuat dia hanya bisa meronta-ronta dan kakinya menendang-nendang tanpa hasil. "Aaahh Ko stop dong.. udah Ko.. gue khan adik Wiwi", dia memohon lagi tapi kali ini suaranya tidak kasar lagi dan terdengar mulai berdesah karena geli. Nafasnya pun mulai memburu. Aku menjilati lehernya dia melengos ke kiri dan ke kanan tapi wajahnya mulai tidak mampu menutupi rasa geli dan nikmat yang kuciptakan. " Aduhh sshh Ko udah doong.. hh.. ssh!" suaranya memohon tapi makin terdengar mendesah lirih. Kedua kakinya masih meronta menendang-nendang tapi kian lemah dan tendangannya bukan karena berontak melainkan menahan rasa geli dan nikmat.Cerita Dewasa Terbaru 2013, Cerita Sex, Cerita Paling Hot

Aku menaikkan tempo dalam memompa sehingga tubuhnya semakin bergetar setiap kali batang kemaluanku menusuk ke dalam liang kemaluannya yang hangat berulir serta kian basah oleh cairan kenikmatannya yang makin membanjir itu. Kali ini suara nafas Irene kian berat dan memburu, "Uh.. uh.. uhhffssh.. shiit Koo.. agh uuffsshh u.. uhh!" Wajahnya semakin memerah, sesekali dia memejamkan matanya sehingga kedua alisnya seperti bertemu. Tapi tiap kali dia begitu atau saat dia merintih nikmat, selalu wajahnya dipalingkan dariku. Pasti dia malu padaku. Liang kemaluannya mulai mengeras seperti memijit batang kemaluanku. Pantatnya mulai bergerak naik turun mengimbangi gerakan batang kemaluanku keluar masuk liang kenikmatannya yang sudah basah total. Saat itu aku berbisik "Gimana, lu mau udahan?" Aku menggodanya. Sambil mengatur pernafasan dan dengan ekspresi yang sengaja dibuat serius, dia berkata, "I.. iiya.. udah.. han yah Ko", suaranya dibuat setegas mungkin tapi matanya yang sudah sangat sayu itu tidak dapat berbohong kalau dia sudah sangat menikmati permainanku ini. "Masa?" godaku lagi sambil tetap batang kemaluanku memompa liang kemaluannya yang semakin basah sampai mengeluarkan suara agak berdecak-decak. "Bener nih lu mau udahan?" godaku lagi. Tampak wajahnya yang merah padam penuh dengan peluh, nafasnya berat terasa menerpa wajahku. "Jawab dong, mau udahan gak?" aku menggodanya lagi sambil tetap menghujamkan batang kemaluanku ke liang kemaluannya.

Sadar aku sudah berkali-kali bertanya itu, dia dengan gugup berusaha menarik nafas panjang dan menggigit bibir bagian bawahnya berusaha mengendalikan nafasnya yang sudah ngos-ngosan dan menjawab, "Mmm.. iya.. hmm." Aku tiba-tiba menghentikan gerakan naik turunku yang semakin cepat tadi. Ternyata gerakan pantatnya tetap naik turun, tak sanggup dihentikannya. Soalnya liang kemaluannya sudah semakin berdenyut dan menggigit batang kemaluanku. "Ehmm!" Irene terkejut hingga mengerang singkat tapi tubuhnya secara otomatis tetap menagih dengan gerakan pantatnya naik turun. Ketika aku bergerak seperti menarik batang kemaluanku keluar dari liang kemaluannya, secara refleks tanpa disadari olehnya, kedua kakinya yang tadinya menendang-nendang pelan, tiba-tiba disilangkan sehingga melingkar di pinggangku seperti tidak ingin batang kemaluanku lepas dari lubang kemaluannya.

"Lho katanya udahan", kata-kataku membuat Irene tidak mampu berpura-pura lagi.

Mukanya mendadak merah padam dan setengah tersipu dia berbisik, "Ah shiit Koo.. uhh.. uhh.. swear enak banget.. pleasee dong terusiin yeeass!" belum selesai ia berkata aku langsung kembali menggenjotnya sehingga ia langsung melenguh panjang. Rupanya perasaan malunya telah ditelan kenikmatan yang sengaja kuberikan kepadanya. "Ah iya.. iiya.. di situ mmhh aah!" tanpa sungkan-sungkan lagi dia mengekspresikan kenikmatannya. Selama 15 menit berikutnya aku dan dia masih bertempur sengit. Tiga kali dia orgasme dan yang terakhir betul-betul dahsyat kerena bersamaan dengan saat aku ejakulasi. Spermaku menyemprot kencang sekali bertemu dengan semburan-semburan cairan kenikmatannya yang membanjir. Irine pasti melihat wajahku yang menyeringai sambil tersenyum puas. Senyum kemenangan.Cerita Dewasa Terbaru 2013, Cerita Sex
Aku melepaskan ikatannya. Dia kemudian duduk di atas kasur. Sesaat dia seperti berusaha menyatukan pikirannya.

"Huuhh, kamu hebat banget sih Ko, sering yach melakukan dengan Wiwi"

"Enggak juga koq!"

"Alah, sama setiap cewek yang kamu tidurin juga jawabannya pasti sama"

"Keperawanan lu kapan diambil?" tanyaku

"Sewaktu pacarku ingin pergi ke Amerika untuk kuliah, saya hadiahkan sebagai hadiah perpisahan"

Kemudian dia bangkit dengan tubuh yg lemah ngeloyor ke kamar mandi, setelah selesai bersih-bersih Irene kembali lagi ke kamar.Cerita Sex, Cerita Paling Hot

Di depan pintu kamar mandi kusergap dia, kuangkat satu pahanya dan kutusuk sambil berdiri. "Aduh kok ganas banget sih Lu!" katanya setengah membentak. Aku tidak mau tahu, kudorong dia ke dinding kuhajar terus vaginanya dengan rudalku. Mulutnya kusumbat, kulumat dalam-dalam. Setelah Irene mulai terdengar lenguhannya, kugendong dia sambil pautan penisku tetap dipertahankan. Kubawa dia ke meja, kuletakkan pantatnya di atas meja itu. Sekarang aku bisa lebih bebas bersenggama dengan dia sambil menikmati payudaranya. Sambil kuayun, mulutku dengan sistematis menjelajah bukit di dadanya, dan seperti biasanya, dia tekan belakang kepalaku ke dadanya, dan aku turuti, habis emang nikmat dan nikmat banget. "aahh.. sshh.. oohh.. uugghh.. mmhh", Irene terus meracau.

Bosen dengan posisi begitu kucabut penisku dan kusuruh Irene menungging. Sambil kedua tangannya memegang bibir meja. Dalam keadaan menungging begitu Irene kelihatan lebih aduhai! Bongkahan pantatnya yang kuning dan mulus itu yang bikin aku tidak tahan. Kupegang penisku dan langsung kuarahkan ke vaginanya. Kugesekkan ke clitorisnya, dan dia mulai mengerang nikmat. Tidak sabar kutusukkan sekaligus. Langsung kukayuh, dan dalam posisi ini Irene bisa lebih aktif memberikan perlawanan, bahkan sangat sengit. "Aahh Koo Akuu mmoo.. kkeelluuarr laggi.." racaunya. Irene goyangannya menggila dan tidak lama tangan kanannya menggapai ke belakang, dia tarik pantatku supaya menusuk lebih keras lagi. Kulayani dia, sementara aku sendiri memang terasa sudah dekat. Irene mengerang dengan sangat keras sambil menjepit penisku dengan kedua pahanya. Saya tetap dengan aksiku. Kuraih badannya yang kelihatan sudah mulai mengendur. Kupeluk dari belakang, kutaruh tanganku di bawah payudaranya, dengan agak kasar kuurut payudaranya dari bawah ke atas dan kuremas dengan keras. "Eengghh.. oohh.. ohh.. aahh", tidak lama setelah itu bendunganku jebol, kutusuk keras banget, dan spermaku menyemprot lima kali di dalam.

Dengan gontai kuiring Irene kembali ke ranjang, sambil kukasih cumbuan-cumbuan kecil sambil kami tiduran. Dan ketika kulihat jam di dinding menunjukan jam 02.07. Wah lumayan, masih ada waktu buat satu babak lagi, kupikir. "rine, vagina dan permainan kamu ok banget!" pujiku. "Makasih juga ya Ko, kamu juga hebat", suatu pujian yang biasa kuterima!

Setelah itu kami saling berjanji untuk tidak memberi tahu cici dan pacarnya yg sedang kuliah di Amerika. Selanjutnya kami selalu melakukannya setiap hari sampai dia pulang ke Jakarta.
Itulah  Cerita Dewasa Terbaru 2014, Cerita Sex, Cerita Paling Hot Edisi Terbaru hamsterhead.info

Cerita Sex Terbaru , Cerita Dewasa, Cerita Hot 2014

Berikut Ini Cerita Sex Terbaru , Cerita Dewasa, Cerita Hot 2014 , Cerita Sex Terbaru Ini Menceritakan Tentang Anak SMA yang doyan ngeseks , Cerita Dewasa emang sangat digemari oleh anak muda jaman sekarang , Selamat menikmati cerita hot 2014


Nama saya Rudi. Ini pengalaman nyata sekitar 5 tahun yang lalu. Waktu itu aku masih duduk di semester 7 Universitas P********n Indonesia jurusan MIPA. Nah, sebagai salah satu syarat kelulusan dan penulisan skripsi, kami diharuskan untuk menjadi guru Praktek Kerja Lapangan (PKL) ke SMP-SMP atau SMA-SMA di sekitaran Jawa Barat. Dasar nasib, aku kebagian untuk mengajar di sebuah SMU swasta di bilangan jalan Burangrang Bandung. SMP atau SMU swasta biasanya terkenal karena muridnya bengal-bengal dan sulit diajar *wadoh*.Cerita Sex Terbaru

Hari seninnya setelah mengurus surat ini itu dari kampus, aku langsung ditugaskan oleh Kepala Sekolah SMU tersebut untuk langsung terjun ke lapangan dan mengajar matematika untuk murid kelas XI. Aku kebagian 4 sesi di kelas pagi dan 2 sesi di kelas siang. Waktu pertama kali aku mengajar di kelas, aku berkata dalam hati "Astaga, ini sekolah apaan? Gua ngomong ga ada yang ngedengerin...mana cewe-cewenya pake rok pendek semua!"Cerita Dewasa

Besoknya aku kembali ke sekolah dengan perasaan galau dan cemas. Jangan-jangan aku salah pilih karir menjadi guru. Aku ngga berbakat mengajar..anak-anak tak ada yang mendengarkan waktu aku lagi bicara". Tapi ternyata ada satu hal yang membangkitkan semangatku. Di sesi kelas sore ada murid perempuan yang bernama Ratih. Kulitnya sawo matang, rambut sepunggung, tingginya kira-kira 158 cm. Mukanya tidak terlalu cantik, tapi manis banget kalau lagi senyum. Dan yang lebih penting, kelihatannya dia satu-satunya murid yang kelihatan antusias kalau aku lagi mengajar. Dalam benakku sempat terlintas hal yang tidak-tidak, namun pikiran itu kubuang jauh-jauh. "Aku seorang guru. Aku akan menjaga integritas almamater dan profesiku" bisikku dalam hati.Cerita Hot 2014

Tapi semakin hari kemolekan tubuh Ratih malah semakin menggodaku. Seringkali aku mengintip paha mulusnya dan terkadang terlihat CDnya yang berwarna putih. Apalagi aku tahu dia juga suka padaku. Kalau aku masuk kelas, teman-temannya pasti menggodanya. Sampai suatu hari aku memutuskan untuk mengadakan ulangan pertama untuk anak-anak kelas XI. Lalu hal yang sangat menegejutkan pun terjadi. Waktu aku memeriksa lembar jawaban Ratih, ada tulisan :"Pak Rudi ini nomer hp saya: 0819*********".Cerita Sex Terbaru , Cerita Dewasa

Perasaanku campur aduk saat itu. "Telfon jangan yah" kataku dalam hati. Kalau aku telfon, artinya aku sudah menjatuhkan martabat profesiku sebagai guru. Kalau aku tidak telfon, aku akan menyesal karena tugasku sebagai guru PKL hanya tinggal 2 minggu lagi. Akhirnya kuberanikan diri untuk menelfon Ratih malam itu juga. Anehnya, waktu aku telfon, seolah-olah antara aku dan Ratih sudah seperti teman lama. Tidak ada batasan antara guru-murid. Yah, mungkin karena waktu itu juga umurku masih 22 tahun, sedangkan Ratih masih 17 tahun, jadi tidak terlalu jauh. Akhirnya kita janjian untuk jalan bareng hari sabtu sesudah dia selesai kelas olah raga.

Hari sabtu yang ditunggu-tunggu akhirnya datang juga. Kita sengaja janjian bertemu di Palaguna...mall butut tapi aman tidak akan dilihat orang. Waktu bertemu, dia masih mengenakan kaus olahraga SMA yang longgar dan rok SMA. Sehingga kalau menunduk, terlihat jelas payudaranya yang montok. Darahku langsung mendidih melihat Ratih. Langsung kukeluarkan jurus-jurus penaklukku:
"Ratih, kita ke tempat kak Rudi aja yuk. Nonton VCD atau apalah. Soalnya kalau dilihat orang ngga enak".
Awalnya Ratih menolak karena awalnya dia mau mengajak makan dan nonton. Tapi karena kupaksa, lama-lama dia setuju juga. Aku girang setengah mati. "Yes..berarti dia bisa dipake" batinku.

Sesampainya di tempat kost-ku,awalnya kita cuma nonton VCD sambil ngobrol-ngobrol. Lama kelamaan, topik pembicaraan kita mulai mengarah ke masalah pacar, sex dll. Karena terbawa suasana, entah siapa yang memulai, tiba-tiba kita sudah berciuman. Bibirku dan bibir Ratih berpagutan saling mengulum penuh nafsu. Wangi mulutnya sangat khas. Lalu dia mulai menjilat-jilat telinga dan leherku. "Buset, kayanya udah ahli ni orang" batinku. Karena nafsu sudah di ubun-ubun, aku mulai menyisipkan tanganku kedalam kaus olahraga Ratih dan kuremas-remas payudaranya. Nafas Ratih semakin memburu sewaktu kulepas kaus dan BHnya. Meskipun kulitnya sawo matang, putingnya berwarna coklat terang. Ukurannya tidak terlalu besar, mungkin 34B. Tapi sangat padat.
Cerita Dewasa, Cerita Hot 2013
Ratih membalas dan mulai membuka kaus kemejaku. Tangannya masuk kedalam celanaku dan mulai meremas-remas kontolku. Lidahnya menjilat-jilat putingku dan tangannya tidak berhenti meremas-remas kontolku. Tidak sampai 5 menit, kita berdua sudah telanjang bulat. Tak usah disuruh, Ratih sudah langsung menciumi kontolku. Yang sangat membuatku kagum, dia meludahi seluruh kontolku sampai benar-benar basah, mengocoknya, baru mulai menghisap dengan mulutnya dengan gerakan naik-turun. "Edaaan" kataku dalam hati. Pasti dia sering main beginian.

Saking enaknya, baru 3 menit dihisap aku sudah tidak tahan untuk keluar. Spermaku muncrat di ujung mulutnya Ratih. "Yah, Ka Rudi, ko udah keluar lagi?" katanya. "Tenang aja, aku masih bisa kok" kataku. Sekarang gantian aku yang menjilati pussynya. Dia menggelinjang keenakan waktu aku menghisap-hisap klitorisnya. Perlahan-lahan, kontolku naek kembali karena wangi pussynya itu enak banget. Tapi hal yang mengejutkan kemudian terjadi. Waktu aku mau menusuk pussynya dengan jari tengahku, dia menolak. Ternyata dia masih perawan!

Aku masih duduk keheranan. "Hah, kamu masih perawan?" kataku. "Iya" timpanya. "Kak Rudi kaget yah?". Lalu dia bilang "kita petting aja yah..enak juga kok". Ini pengalaman baru untukku. Ternyata enak juga. Jadi posisiku duduk, kontolku dilipat keatas dan dia duduk diatasku sambil menggesek-gesekan pussynya ke kontolku.

Setengah jam berlalu, dia sudah keluar berkali-kali, tapi kontolku malah lecet. "Ratih...kalo gini terus kontol ka Rudi sakit, kita udahan dulu aja yah". Melihat raut muka kecewaku, Ratih terlihat merasa bersalah. "Duh maafin aku yah ka Rudi. Aku udah janji mau ngasih perawanku ke suamiku nanti. Tapi kalau ka Rudi mau, masukin aja ke belakang". Tanpa pikir panjang, karena sudah tanggung akupun menyetujuinya. Aku mulai mengoleskan nivea man dari kepala sampai ujung kontol, dan tidak lupa anus Ratih aku tusuk-tusuk dengan jari tengahku.

Setelah Ratih sudah merasa nyaman, dengan gaya doggy style akupun mulai memasukkan kontolku kedalam anusnya dengan sangat perlahan. Untunglah barangku juga tidak terlalu besar, yah paling 12 cm. Ternyata sulit juga karena dia terkadang merasa kesakitan sehingga harus mulai dari awal lagi. Setelah berkali-kali mencoba, akhirnya seluruh kontolku masuk kedalam anus Ratih. Ternyata sensasinya luar biasa. Anusnya sangat sempit dan rasanya seperti disedot-sedot vacuum cleaner. Akupun mulai menggerakan pantatku maju-mundur. Aku menyodomi Ratih sambil tanganku meremas-remas payudaranya dan mulutku menggigit-gigit lehernya. Ratih pun ternyata mengalami sensasi yang luar biasa, karena lenguhannya terdengar semakin keras.

Kemudian kita berganti posisi. Aku duduk disofa dan Ratih jongkok membelakangiku. Ini pemandangan yang luar biasa karena pantatnya yang indah tampak semakin besar. Anus Ratih menggejot kontolku dengan gerakan jongkok naik-turun. Tapi kemudian hal yang tak terduga (tapi sebenarnya sempat terpikirkan) pun terjadi. Tiba-tiba ada aroma tidak sedap yang mampir ke hidungku. Benar saja, ternyata dari anus Ratih mulai mengalir cairan warna coklat yang membasahi kontolku. Meskipun cairan itu sangat sedikit, tapi baunya cukup kentara. Anehnya, aku semakin terangsang. Aku langsung mempercepat genjotanku dan tidak lama kemudian spermaku berhamburan di dalam anus Ratih.

Semenjak hari itu, aku dan Ratih beberapa kali melakukan ritual anal sex sampai kemudian tugasku sebagai guru PKL di sekolahnya berakhir. Aku pernah melakukannya di WC guru, juga sehabis kelas olah raga. Aku juga pernah melakukannya lagi di WC sebuah mall di Bandung. Aku kehilangan kontak dengan Ratih semenjak aku ditugaskan di sebuah SMP di Ibukota, dan kemudian menikah dengan rekanku sesama guru.
Itulah Cerita Sex Terbaru , Cerita Dewasa, Cerita Hot 2014 Paling Hot

Cerita 17 Tahun , Cerita Sex , Cerita Dewasa 2014

Berikut ini adalah Cerita 17 Tahun , Cerita Sex , Cerita Dewasa 2014 , Nah inilah Cerita Dewasa 17 Tahun yang paling hot , Cerita Sex 17 tahun sangat digemari oleh anak remaja jaman sekarang , silahkan dibaca cerita dewasa 2014 ini paling seru ..yang menceritakan tetang anak ABG yang Ngeseks di Kostnya....
Cerita ini terjadi ketika aku kos dirumah sepasang suami istri yang sudah lanjut usia. Rumahnya besar, mereka tinggal dirumah utama model kuno, aku kos di paviliunnya. Cuma rumah model kuno yang ada paviliunnya. Bapak kos masi punya anak prempuan yang seragam sekolahnya biru. Anak2 laennya dah keluar rumah semuanya. anak bungsunya ini sepertinya dimanja banget, gak perna ditegur sehingga kalakuannya agak liar. Kalo malem minggu pasti ngilang dari rumah, gak tau kemana. Ya memang bukan urusanku, kan bukan keluargaku. Ayu nama tu anak abege. Manis juga orangnya, item manis gitu, toketnya baru numbuh, kliatan nonjol didadanya. pantatnya rada gede sehingga dia jalan, pinggulnya bergoyang kekiri kekanan, napsuin juga ngeliatnya.Cerita 17 Tahun



Yang menarik, ayu ada kumis tipisnya diatas bibirnya yang tipis, yg menantang untuk dikulum2. Biasanya prempuan yang kumisan, jembutnya lebat. aku jadi penasaran, abege seumuran ayu kaya apa lebatnya jembutnya.Cerita 17 Tahun , Cerita Sex

Sampe suatu malem, aku lagi dikamar, brosing situs kegemaranku pake laptopku. Tiba2 terdengar ketokan dipintu. "Om, Ayu bole masuk gak". Ayu rupanya, nekat juga dia nyamperin aku ke kamarku. Aku membuka pintu, Ayu pake tanktop ketat dan celana pendek yang ketat dan pendek banget. Kliatan sekali ayu gak pake bra, sehingga bentuk toketnya yang umut tercetak jelas dibalik tanktop ketatnya. kon tolku langusng melonjak bangun disuguhi pemandangan yang merangsang seperti itu. "O Ayu, masuk deh".

Ayu masuk dan pintu kamar kututup, banyak nyamuk kalo enggak, alesanku. Ayu duduk diranjang dan aku balik duduk di mejaku yang terletak disebelah ranjang. Halaman yang lagi terbuka segera tertutup, baiknya gambar ngen tot yang lagi kunikmati sudah aku tutup sebelumnya.

"Ada apa Ay, apa yang bisa om bantu".
Kedengarannya gombal ya, tapi itu adalah ucapan standarku kalo ketemu klien, jadi kebawa deh waktu ngomong ma siapa aja, termasuk Ayu. Ayu kan bakal jadi klienku buat urusan kenikmatan he he.Cerita 17 Tahun , Cerita Sex , Cerita Dewasa 2013

"Ini om, ada PR mesti buat karangan bahasa Inggris, om kan jago bahasa inggrisnya, bantuin bikinin dong om", Ayu merengek.
"Upahnya apa?" "Om maunya apa, om minta apa juga Ayu turuti deh". Wah nantang ni anak, dasar anak liar, ya gak apa memang aku suka kok ma anak liar, palagi kalo napsunya besar. Harusnya Ayu napsunya besar, berdasar pengalamanku, prempuan kalo ada kumisnya, biasanya bulu badannya termasuk jembutnya lebat dan napsunya besar kalo lagi maen, minta nambah terus.

"Sini om liat, om bantuin tapi tetep Ayu yang mesti nyelesaian sendiri, om bantu kasi idenya. Buat PR nya disini aja biar bisa selesai".
"Mau om, bikin dikamar om, Ayu ganggu gak?"
"Buat abege secantik dan seseksi kamu apa si yang gak?"
"Mangnya Ayu seksi ya om".
"Iyalah".
"Om terangsang dong", wah to the point banget ni anak.
"La iya lah, om kan lelaki normal, siapa yang nahan deket2 abege cantik dan seksi kaya kamu gini". Aku memberinya ide, Ayu nulis ideku, sembari
becanda, aku membantunya sehingga draftnya selesai.
"tinggal Ayu nulis ulang ja kan, selesai deh tugas om, sekarang mana upahnya".Cerita Dewasa 2013

Aku duduk disebelahnya diranjang. "Ay, om bole nanya gak?"
"Om mo nanya apa? Pasti mo nanya Ayu dah punya pacar belon kan?"
"Kok tau si Ay".
"Ya tau lah, Ayu dah punya pacar om". Wah hebat baru usia segini dah punya pacar.
"Kalo malming, Ayu suka gak kliatan tu lagi ditempat pacar ya".
"Iya om, abis kalo Ayu bawa pacar kemari, pasti rese banget bonyok Ayu, makanya Ayu ke tempat kosnya pacar Ayu aja".
"Temen sekolah kamu?"
"Bukan om, pacar Ayu anak kedokteran, canggih kan". Ayu tersenyum manis sekali.
"Trus kamu ngapain ja ditempat pacar kamu, gak pulang lagi".
"Ya ngapain lagi om, kalo lelaki dan prempuan sekamar".
"Enak dong Ay".
"Bukan enak lagi om, nikmat banget. Makanya Ayu jadi ketagihan".
"Kamu dia yang mrawanin".
"Iya om".
"Kalo maen brapa ronde".Cerita Sex
"Seringnya 3 ronde, kalo dianya napsu banget 4 ronde om. Cuma ronde pertamanya Ayu emut sampe ngecret dimulut Ayu".
"Kamu telen ya pejuku".
"Iya om, dia bilang peju tu protein tinggi, jadi gak bahaya, malah bagus buat kesehatan. Maklum de om anak kedokteran".
"Besar gak Ay dia punya".
"Besar om, segini". Ayu memeragakan ukuran kon tol pacarnya dengen mempertemukan jempol dan telunjuknya.
"Panjang gak".
"Panjang om, segini, dia memeragakan panjangnya pake jengkalan tangannya yang mungil.
"Dia ngecretnya diluar ya Ay".
"enggak om didlaem, kalo diluar mana nikmat".
"Kamu gak takut hamil".
"Di kasi obat om, kalo ayu lagi subur, dia ajarin ayu ngitung masa subur".
"wah canggih dong kamu ya, skarang lagi gak subur".
"Justru lagi subur om, ayu lebi suka kalo maen lagi subur om, napsu ayu cepet banget naeknya". Gila juga ni akan pikirku, tapi masabodo lah, aku pengen banget ngerjain ayu malem ini.Cerita 17 Tahun , Cerita Sex , Cerita Dewasa 2013

Aku mencium tengkuknya. "Geli om", Ayu menggelinjang.
"Wangi kamu Yu, jadi merangsang banget deh", kucium sekali lagi tengkuknya.
"Ooom, geli, daripada nyiumin tengkuk mending juga cium bibir Ayu ja", katanya sambil menoleh kearahku.
Aku tidak menyia2kan kesempatan yang diberikan Ayu, segera bibir mungilnya kusambar dengan bibiku dan kulumat dengan penuh napsu. ayu mengimbangi ciumanku yang ganas, dia malah menjulurkan lidahnya kedalam mulutku, kubelit dengan lidahku dan kekulum lidahnya. Sementara itu tanganku mulai memerah toketnya yang baru numbuh itu, pentilnya yang juga imut mulai mengeras.
"Ooom, diremes langsung ja om, ayu pengen diemut deh pentilnya".

Segera tanktopnya kulepas, Ayu mengangkat tangannya keatas, mempermudah aku melepas tanktopnya. Toket mungilnya tampak menonjol dengan pentilnya yang juga imut dan berwarna pink. Ayu kurebahkan diranjang, segera aku menyiumi toketnya dan akhirnya pentilnya mulai kujilat2 dan akhirnya kuemut. Toketnya kumasukkan sebanyak2nya kemulutku dan kusedot dengan ganas.

"Oom, ganas amat si ngemutnya, enak om, teruss om",
Ayu mulai merintih kenikmatan. Aku meraba2 perutnya, trus membuka kancing clananya dan ritsluitingnya. aku merogo kedalam ke selangkangannya. agak susah karena celananya ketat juga, teraba jembutnya yang rupanya bener, lumayan lebat.
"Ay, jembut kamu lebat ya, buat abege seumur kamu segitu mah lebat Ay".
"Tapi om suka kan ngeliatnya, celana Ayu dilepas sekalian om, ayu dah pengen om".

Segera celana pendeknya kulepas, Ayu gak make cd, sehingga yang pertama kulihat adalah jembutnya yang lumayan lebat itu. Ayu mengangkangkan kakinya, dibalik kerimbunan jembutnya nampak memeknya yang berwarna pink, kayanya masi rapet sekali, walaupun pacarnya pasti sudah sering mengobok2 me mek Ayu dengan kon tol yang ayu bilang besar panjang itu, dan akhirnya menumpahkan pejumya 2-4 kali kedalem me mek Ayu selama
mreka maen. memeknya kuraba pelan dengan jari, trus keatas kearah itilnya, kugesek itilnya pelan,

"Om yang cepet geseknya om, nikmat banget om, om pinter banget ngerangsang napsunya Ayu, trus om, Ayu dah pengen om".
"Pengen apaan Ay".
"Pengen dimasukin kon tol om, ayo dong om, ayu dah gak tahan ni, dah pengen diobok2 pake kon tol om".

Aku gak memperdulikan rengekan ayu, malah aku mulai menjilati itil Ayu yang membuat Ayu menggelinjang makin hebat. Gila bener ni abege, walaupun baru seumur dia, tapi liarnya sama kaya abege yang lebih tua dari dia, yang sering aku *****in. Ketika itilnya kuemut2, Ayu makin menggila erangannya. aku memasukkan jari tengahku kedalam memeknya, terasa sekali cengkeraman me mek ayu ke jari tengahku. Gimana kalo kontolku yang masuk ya rasanya cengkeraman me meknya, pikirku.

Jariku menyusuri bagian dalem sebelah atas me meknya Ayu. Sampe ketemu daging yang agak menonjol, terus kugaruk2kan jariku disitu. Ini membuat Ayu gak terkendali lagi, dia menggeliat kekanan kekiri sambil berteriak2,

"Om jahat ih, om jangan siksa Ayu kaya gini dong, om gak tahan lagi ni Ayu, jangan dikilik pake jari dong om, pake kon tol om aja, ayo dong om", katanya sambil mengacak2 rambutku yang sedang berasa diselangkangannya. Dia juga menarik2 bahuku, supaya segera menancapkan kontolku dimemeknya.
akhirnya Ayu gak nahan, badannya mengejang, pahanya dirapatkan sehingga kepalaku terjepit ketat diantara pahanya sampe aku sesek napas jadinya. ayu telah klimax, itu akibat garukan jariku pada g spotnya, diserang 3 in 1 gitu Ayu langsung nyerah, dia klimax.

"Aduh om, pinter banget si, biasanya pacar ayu yang ngecret duluan, om bisa bikin ayu ngecret duluan".
Memang dari memeknya menyembur cairan kentel ketika dia klimax, seperti kalo lelaki ngecret.
"Om ayu lemes deh, nikmat banget deh om, padahal belon di***** ya om".

Aku bangun dan melepas semua yang menempel dibadanku. ayu terbelalak melihat kontolku yang sudah maksimal kerasnya.
"Om, gede banget kontolnya. Rasanya kon tol pacar Ayu dah besar, kon tol om lebi besar lagi, lebi panjang juga lagi". Ayu duduk dan segera meremes kontolku dengan gemesnya,
"Ih dah keras banget om, masukin dong om, yu pengen ngerasain kon tol gede om kluar masuk me mek Ayu". Ayu segera mulai menjilati kepala
kontolku, dan tak lama kemudian dimasukkan kedalam mulutnya. Terasa hangat sekali emutannya.

"Om, gede amat, cuma muat kepalanya ja dimulut ayu", dia meneruskan emutannya. Batangnya dikocoknya pelan2.
"Om, kluarin pejunya dimulut ayu ya, Ayu pengen minum peju om, biar om ng*****nya bisa lama". Aku diam saja menikmati emutan dan kocokannya. Kepalanya kembali dijilat2 sebentar kemudian dimasukkan lagi ke mulutnya. Dikenyot pelan2, dan kepalanya mengangguk2 memasukkan kontolku keluar masuk mulutnya. aku mengenjotkan kontolku pelan,
"Ah, enak Ay, baru diisep mulut atas aja udah nikmat ya, apalagi kalo yg ngisep mulut bawah", erangku keenakan. Tanganku terus saja mengelus2 memeknya yang sudah basah karena napsunya sudah sangat memuncak.
"Ay, kamu udah napsu banget ya, me mek kamu udah basah begini", kataku lagi. kontolku makin seru diisep2nya.
"Om, mulut Ayu dah pegel, kok om belum ngecret juga ya".
"Om pengen ngecretnya dimemek ayu ja".
"Masukin ja ya om".

dia mencabut kontolku dari mulutnya dan aku segera menelungkup diatas badannya . kon tol kuarahkan ke memeknya, kutekannya kepalanya masuk ke memeknya. terasa banget memeknya meregang kemasukan kepala kon tol yang besar, aku mulai mengenjotkan kon tolku pelan, keluar masuk me meknya. Tambah lama tambah cepat sehingga akhirnya seluruh kontolku yang panjang ambles di me meknya.
"Enak om, kon tol om bikin me mek Ayu sesek, dienjot yang keras om", rengeknya keenakan.
Enjotan kontolku makin cepat dan keras, ayu makin sering melenguh kenikmatan, apalagi kalo aku mengenjotkan kontolku masuk dengan keras, sampe mentok rasanya. Gak lama dienjot ayu udah merasa mau nyampe,
"Om lebih cepet ngenjotnya dong, Ayu udah mau nyampe", rengeknya.
"Cepat banget Yu, aku belum apa2" jawabku sambil mempercepat lagi enjotan kontolku.

Akhirnya ayu menjerit keenakan "Om, Ayu nyampe om, aah", ayu menggelepar2 kenikmatan. Aku masih terus saja mengenjotkan kontolku keluar masuk dengan cepat dan keras. Tiba2 aku mencabut kontolku dari memeknya.
"Kok dicabut om, kan belum ngecret", protesnya. Aku diem saja tapi menyuruh ayu menungging di pinggir ranjang, aku mau gaya dogi. Segera
kontolku ambles lagi di memeknya dengan gaya baru ini. Aku berdiri sambil memegang pinggulnya. Karena berdiri, enjotan kontolku keras dan cepat, lebih cepat dari yang tadi, gesekannya makin kerasa di memeknya dan masuknya rasanya lebih dalem lagi,
"Om, nikmat", erangnya lagi. Jariku mengelus2 pantatnya, tiba2 salah satu jari kusodokkan ke lubang pantatnya, ayu kaget sehingga mengejan. Rupanya me meknya ikut berkontraksi meremas kon tol besar panjangku yang sedang keluar masuk,

"Aah Ay, nikmat banget, empotan me mek kamu kerasa banget", erangku sambil terus saja mengenjot memeknya. Sementara itu sambil mengenjot aku agak menelungkup di punggungnya dan tangannya meremas2 toketnya, kemudian tanganku menjalar lagi ke itilnya, sambil kuenjot itilnya kukilik2. "Om, nikmat banget di***** sama om, Ayu udah mau nyampe lagi. Cepetan enjotannya om," erangnya saking nikmatnya. Aku juga udah mau ngecret, segera aku memegang pinggulnya lagi dan mempercepat enjotan kontolku. Tak lama kemudian, "Om Ayu mau nyampe lagi, oom, cepetan dong enjotannya, aah", akhirnya ayu mengejang lagi keenakan. Gak lama kemudian aku mengenjotkan kontolku dalem2 di memeknya dan pejuku ngecret.
"Aah Ay, nikmat banget", akupun agak menelungkup diatas punggungnya. Karena lemas, ayu telungkup diranjang dan aku masih menindihnya, kontolku tercabut dari memeknya.

"Om, nikmat deh, sekali enjot aja Ayu bisa nyampe 2 kali", katanya. Aku tak menjawab, berbaring disebelahnya diranjangku yang sempit. Aku memeluknya dan mengusap2 rambutku.

"Kamu pinter banget muasin lelaki ya Ay", kataku lagi. Ayu hanya tersenyum,
"Om, Ayu mau ke kamar mandi, lengket badan rasanya", ayupun bangkit dari ranjang dan menuju ke kamar mandi yang berasa didalam kamarku.

Selesai membersihkan diri, ayu keluar dari kamar mandi telanjang bulat, dia kaget melihat kontolku masi saja berdiri dengan kerasnya.
"Om, hebat amat, dah ngecret masi ja ngaceng keras kaya gitu. Om kuat ya. Kata temen ayu yang pernah di***** ma om om yang kontolnya juga gede panjang, dia ampe lemes ngeladenin napsu si om, gak ada puasnya. Ayu juga dong ya om, Ayu pengen om *****in ampe Ayu lemes". Aku tersenyum saja dan Ayu berbaring disebelahku. Aku kembali mencium bibirnya dengan penuh napsu. kontolku dielus2nya. Lidahku dan lidahnya saling membelit dan kecupan bibir berbunyi saking hotnya berciuman. Tanganku juga mengarah kepahanya. Ayu segera saja mengangkangkan pahanya, sehingga aku bisa dengan mudah mengobok2 memeknya. Sambil terus mencium bibirnya, tanganku kemudian naik meremas2 toketnya. pentilnya kuplintir2,

"Om enak, Ayu udah napsu lagi om", erangnya sambil mengocok kontolku yang masi keras banget.

Kemudian ciumanku beralih ke toketnya. pentilnya yang sudah mengeras segera kuemut dengan penuh napsu, "Om, nikmat om", erangnya. Akupun menindihnya sambil terus menjilati pentilnya.

Jilatanku turun keperutnya, kepahanya dan akhirnya mendarat di memeknya. "Aah om, enak banget om", erangnya. Ayu kembali menggeliat2 keenakan, tangannya meremas2 sprei ketika aku mulai menjilati me mek dan itilnya. pahanya tanpa sengaja mengepit kepalaku dan rambutku dijambak, ayu mengejang lagi, ayu kembali nyampe sebelum di*****. Ayu telentang terengah2, sementara aku terus menjilati memeknya yang basah berlendir itu.
Aku bangun dan kembali mencium bibirnya, aku menarik tangannya minta mengocok kontolku. Aku merebahkan dirinya, ayu bangkit menuju selangkanganku dan mulai mengemut kontolku.
"Ay, kamu pinter banget sih". Cukup lama ayu mengemut kontolku. Sambil mengeluar masukkan di mulutnya, kontolku diisep kuat2. Aku jadi merem melek keenakan. Kemudian ayu kutelentangkan dan aku segera menindihnya. Ayu sudah mengangkangkan pahanya lebar2. Aku menggesek2kan kepala kontolku di bibir memeknya, lalu kuenjotkan masuk, "Om, enak", erangnya. Aku mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk pelan2 sampai akhirnya blees, kontolku nancep semua di memeknya. "Ay, memekmu sempit banget, padahal barusan kemasukan kon tol ya", kataku. "Tapi enak kan om, abis kon tol om gede banget sampe me mek Ayu kerasa sempit", jawabnya terengah. Aku mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk dengan cepat, bibirnya kucium. "Enak om, aah", erangnya keenakan. Enjotanku makin cepat dan keras, pinggulnya sampe bergetar karenanya. Terasa memeknya mulai berkedut2, "Om lebih cepet om, enak banget, Ayu udah mau nyampe om", erangnya. "Cepet banget Ay, om belum apa2", jawabku. "Abisnya kon tol om enak banget sih gesekannya", jawabnya lagi.

Enjotanku makin keras, setiap kutekan masuk amblesnya dalem banget rasanya. Itu menambah nikmat buat ayu. "Terus om, enak". toketnya kuremas2 sambil terus mengenjotkan kontolku keluar masuk. "Terus om, lebih cepat om, aah, enak om, jangan brenti, aakh..." akhirnya ayu mengejang, ayu nyampe. Ayu memeluk pinggangku dengan kakinya, sehingga rasanya makin dalem kontolku nancepnya. memeknya dikedut2kan meremas kontolku
sehingga aku melenguh, "Enak Ay, empotan me mek kamu hebat banget, aku udah mau ngecret, terus diempot Ay", erangku sambil terus mengenjot memeknya. Akhirnya bentengku jebol juga. pejuku ngecret dalam memeknya, banyak banget kerasa nyemburnya "Ay, aakh, aku ngecret Ay, nikmatnya me mek kamu", erangku. Aku menelungkup diatas badannya, bibirnya kucium. "Trima kasih ya Ay, kamu bikin aku nikmat banget". Setelah
kontolku mengecil, kucabut dari memeknya dan aku berbaring disebelahnya. Ayu lemes banget walaupun nikmat sekali. "Ay, kamu tu masi muda banget tapi ng*****in kamu gak kalah nikmatna ma ng*****in abege yang lebi tua dari kamu, kamu liar banget deh". "Om puas gak, mana lebi nikmat, ng*****in Ayu pa abege yang biasa om *****in". "Nikmat ma kamu Ay, aku baru skali ng*****in abege seumur kamu". "Ayu mau kok om kalo om *****in
tiap malem, abis jauh lebi nikmat di***** om katimbang pacar Ayu". Tanpa terasa akhirnya ayu tertidur disebelahku.

Ayu terbangun karena kujilati memeknya, memeknya kujilati dengan penuh napsu. pahanya kuangkatnya keatas supaya memeknya makin terbuka. "Om, nikmat banget om jilatannya", erangnya. Ayu meremas2 toketnya sendiri untuk menambah nikmatnya jilatan di memeknya. pentilnya kuplintir2 juga. "Om, subuh2 gini sudah ngasi enak ke Ayu", lenguhnya. Kemudian itilnya kuisep2 sambil sesekali menjilati memeknya, menyebabkan memeknya sudah banjir lagi. Ayu menggelepar2 ketika itilnya kuemut. Cukup lama itilnya kuemut sampai akhirnya kakinya kuturunkan lagi keranjang, ayu mengangkangkan pahanya karena dia tau sebentar lagi pasti kontolku masuk. "Om, masukin dong om, Ayu udah pengen di*****", rengeknya.

Aku langsung menindih tubuhnya, kon tol kuarahkan ke memeknya. Begitu kepala kontolku menerobos masuk, "Yang dalem om, masukin aja semuanya sekaligus, ayo dong om", rengeknya karena napsunya yang sudah muncak. Aku langsung mengenjotkan kontolku dengan keras sehingga sebentar saja kontolku sudah nancap semuanya dimemeknya. Kakinya segera melingkari pinggangku sehingga kontolku terasa masuk lebih dalem lagi. "Ayo om, dienjot dong", rengeknya lagi. Aku mulai mengenjot memeknya dengan cepat dan keras, uuh nikmat banget rasanya pagi2 gini ngen tot. enjotanku makin cepat dan keras, ini membuat ayu menggeliat2 saking nikmatnya, "Om, enak om, terus om, Ayu udah mau nyampe rasanya", erangnya. Aku tidak menjawab malah mempercepat lagi enjotan kontolku. toketnya kuremas2, sampe akhirnya ayu mengejang lagi, "Om enak, Ayu nyampe om, aah", erangnya lemes. Kakinya yang tadinya melingkari pinggangku diturunkan ke ranjang.

Aku tidak memperdulikan keadaannya, kon tol terus saja kuenjotkan keluar masuk dengan cepat, napasku sudah mendengus2. memeknya berdenyut2 meremas kontolku. Aku meringis keenakan. "Ay, terus diempot Ay, nikmat banget rasanya, Terus empotannya biar aku bisa ngecret Ay", pintaku.
Sementara itu enjotan kontolku masih terus gencar merojok memeknya. toketnya kembali kuremas2, pentilnya kuplintir2. "Om, Ayu kepengin ngerasain lagi dingecretin peju om", katanya. Terus saja kon tol kuenjotkan keluar masuk memeknya dengan cepat dan keras, sampai akhirnya, "Ay, aku mau ngecret Ay, aah", erang dan semburan pejuku mengisi bagian terdalam memeknya. Aku ambruk dan memeluknya erat2, "Ay, nikmat banget deh ngen tot sama kamu", katanya. Setelah beristirahat sebentar, ayu segera membersihkan diri dan berpakaian dan keluar dari kamarku.Malemnya, Ayu ketagihan rupanya, dateng lagi ke kamarku. "Om, Ayu jadi ketagihan kon tol om ni, ngen tot lagi yuk om". Saat itu ayu hanya pake daster saja. Ayu langsung masuk kamar mandiku dan ketika keluar dia cuma pake daleman yang model bikini tipis. Segera dia berbaring disebelahku yang cuma mengenakan cd saja. kontolku ngaceng dengan kerasnya sehingga keluar dari bagian atas cdku yang minim. Aku merangkul dan mencium bibirnya "Ay, ladeni om malem ini ya sayang, kamu napsuin sekali pake daleman bikini Ayu, om udah mau nancep nih", kataku. Segera Ayu meremas2 kontolku yang keluar CDku, keras sekali ngacengnya. makanya CDnya langsung dilepasnya. kontolku langsung tegak menjulang, besar, panjang dan keras.

Ayu segera menjilati kepala kontolku dan dimasukannya kepalanya kemulutnya. Diisep2 dan dikeluarmasukkan di mulutnya. Aku terengah2 keenakan, "nikmat banget Ay isepannya, aku udah mau diisep mulut bawah kamu", kataku. Ayu segera kutelentangkan dan bra serta CDnya kuurai ikatannya. Aku menaiki ayu dan menggesekkan kepala kontolku ke memeknya yang sudah basah ketika ayu ngisep kon tolku tadi. Aku tidak langsung menancapkan kontolku ke memeknya, malah kugesekkan ke itilnya. Ayu menggeliat2 jadinya, "Om masukin aja, katanya sudah mau diempot me mek Ayu", rengeknya. Akupun menekan kontolku masuk ke me meknya. Terasa banget kepala kontolku yang besar meregangkan memeknya dan mendesak masuk. Nikmat banget rasanya. Ayu mendesis2 keenakan. Aku terus menekan kontolku sehingga akhirnya nancep semuanya dimemeknya. "Aah oom, enak banget kon tol om", erangnya.

Akupun mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk dengan pelan, makin lama makin cepat. Ayu hanya bisa merintih2 keenakan "Om nikmat banget om, terusin enjotannya om, yang cepet, yang keras dong ngenjotnya", rengenya lagi. Makin lama enjotannya makin cepet, ayu mengejang2kan memeknya sehingga gantian aku yang mendesis2 keenakan, "Ay, kerasa banget empotan me mek kamu". "Ayu mau kok tiap malem empot kon tol om", katanya. Aku tidak menjawab, hanya enjotan kuterus dilakukan dengan cepat dan keras. "Mau ya om", rengeknya lagi. "enak banget deh di***** sama om, sssh". Napasnya mulai memburu, toketnya kuremas2, pentilnya yang udah keras kuplintir2 manambah kenikmatan buat ayu. Ayu mengejang2kan memeknya mengempot kontolku yang terus keluar masuk dengan cepat dan keras. "Om, ssh, enak om, terus oom, ssh, Ayu udah mau nyampe om, ssh", erangnya.

"Sebentar lagi Ay aku juga udah ngerasa mau ngecret nih, ssh", jawabku terengah. Aku setengah membungkuk dan mengemut pentilnya. Ayu makin napsu jadinya, rambutku diremas2, "Om, engh, ngecretin pejuku dong oom, Ayu pengen ngerasain lagi di** peju anget, cepetan oom, Ayu udah mau nyampe, aakh", katanya menggelinjang keenakan. Enjotan kontolku makin bertubi2. Ayu merintih2 keenakan jadinya, memeknya jadi mengejang2 dengan sendirinya meremas kontolku yang terus nyodok keluar masuk. "Om, enak banget", erangnya sambil menjepitkan kakinya di pinggangku, sehingga enjotannya makin terasa nancep dalem sekali di memeknya. Ayu memeluk badannya erat2, "Om, nikmat banget kon tol om", rintihnya. Akhirnya, "Akh, Ayu nyampe oom, aakh", ayu kelojotan saking nikmatnya. memeknya kembali mengejang dengan keras meremas kontolku sehingga akupun gak bisa bertahan lebih lama lagi, "Ay, om ngecret, aakh", erangnya. Terasa sekali semburan pejuku yang dahsyat di memeknya. Nikmat tapi lemes banget jadinya. "Aduh om, nikmat banget om, boleh ya om Ayu minta di***** tiap malem", rengeknya lagi. Aku hanya memeluknya terengah2 kecapaian.

Setelah isitirahat, aku mencabut kontolku yang sudah lemes dari memeknya, kontolku berlumuran pejuku dan lendir me meknya. "Ay, mandi yuk", ajakku. Ayupun bangun dan mengikutiku ke kamar mandi. Aku mengambil minuman dari lemari es dan satu diberikan ke aku. Ayu segera minum minuman itu sampe habis, sedikit menyegarkan setelah dienjot abis2an. Dikamar mandi kami saling menyabuni, toketnya menjadi sasaran remasan tanganku, ayupun gak mau kalah meremas kontolku sambil dikocok2. Hebatnya gak lama kemudian kontolku mulai keras lagi. "Om kuat amat sih, baru ngecret sekarang udah mulai ngaceng lagi, abis mandi pasti Ayu di***** lagi ya om", katanya. "abis tangan kamu nakal sih, jadi buat ngendorin mesti ditancep dimemek kamu lagi", jawabku tersenyum. Tambah lama makin keraslah kon tolku sehingga ngaceng sempurna.

Ayu kutunggingkan, ayu bertumpu ditembok kamar mandi, kakinya kurenggangkan dan aku jongkok dibelakangnya. memeknya kujilat dari belakang, ayu kegelian dan napsunya makin berkobar, "Om, Ayu pengen ngerasain lagi kon tol om keluar masuk di me mek Ayu", erangku keenakan karena jilatannya sudah menyentuh2 itilnya. Aku berdiri lagi dan mengarahkan kepala kontolku ke memeknya dari belakang. Aku menekan kepala kontolku masuk ke memeknya dan mulai kuenjot pelan, sampai akhirnya seluruh kontolku nancep di memeknya. Aku mempercepat enjotan kontolku keluar masuk sambil tanganku memeluknya dari belakang dan mengkilik2 itilnya. Diserang seperti itu ayu jadi kelojotan keenakan. Gak lama dienjot dengan cara seperti itu, aku menggelinjang dan mengejang2, "Om, Ayu nyampe om, pinter amat om ngenjot me mek Ayu, sebentar aja Ayu sudah nyampe", katanya terengah. Ayu mulai mengejangkan memeknya untuk meremas2 kontolku, aku terus saja mengenjotkan kontolku keluar masuk mengimbangi empotan me meknya, "Ay, kamu luar biasa deh, ahli banget kamu muasin omu", kataku. "Makanya om, tiap malem Ayu mau kok ngempot kon tol om sampe om ngecret", jawabnya terengah karena enjotan kontolku makin cepat dan keras saja. Aku terus mengkilik2 itilnya sambil mengenjotkan kontolku keluar masuk. Napsunya kembali naik lagi, "Om terus om, enak banget dien tot sambil dikilik itilnya, aakh", erangnya lagi. Cukup lama aku mengenjot memeknya dari belakang sampai akhirnya ayu nyampe lagi, bersamaan dengan ngecretnya aku. "Aduh om, kuat banget sih, Ayu sampe lemes deh, tiap ronde Ayu selalu 2 kali nyampe baru om ngecret. Nikmat banget om", rengeknya lagi setelah aku mencabut kontolku lagi. Aku menghidupkan shower lagi untuk membersihkan tubuh kami. Setelah itu, kami saling mengeringkan badan. Keluar dari kamar mandi langsung ayu merebahkan diri diranjang, sementara aku keluar, katanya untuk mengambil minuman. Ayu sudah ngantuk banget ketika aku kembali membawa 2 cangkir minuman coklat hangat, sesudah diminum ayu langsung tertidur.

Ayu terbangun sudah pagi, segar setelah semalem di***** 2 ronde, ketika Ayu bangun, aku masih tertidur disebelahnya. kontolku dielus2, diremas pelan2, sampe aku terbangun. Begitu juga kon tolku. "Sarapan paginya kon tol lagi ya Ay", kataku tersenyum. kontolku yang sudah mengeras dikocok2nya biar tambah keras, ujung kontolku dijilatin, sekali2 digigit pelan2. Aku merem melek keenakan, "Pagi gini udah nikmat, Ay". kontolku dimasukkan kemulutnya, cuma muat kepalanya saja saking gedenya dan diemut2 dengan keras, kepalanya mengangguk2 mengeluar masukkan kontolku di mulutnya. Aku merubah posisi menjadi 69 dan mulai menjilati pahanya bagian dalem, kemudian jilatannya mengarah kememeknya yang penuh jembut lebat itu. "Ni jembut lebat ya Ay, pantes aja kamu binal banget kalo di*****", kataku sambil menjilati me meknya. Ayu gak tahan kalo itilnya mulai dijilati, apalagi diisep2, langsung aja memeknya menjadi basah. "Ay, udah napsu lagi ya, me mek kamu udah basah banget. Bener kan, cewek yang jembutnya lebat napsunya besar banget, dikilik sebentar aja udah siap di*****", kataku sambil mengkilik itilnya dengan jari. Ayu menjadi kelojotan keenakan, isepan ke kontolku menjadi brenti. "Om, Ayu udah pengen di***** lagi om", rengeknya.

Aku bangun, pahanya dikangkangkan, dan aku menempelkan kepala kontolku di memeknya. Kakinya kutekuk kedada dan aku mulai menancapkan kontolku ke memeknya. "Masukin semuanya om, biar nikmat", erangnya terengah2. Aku mulai mengenjotkan kon tolku keluar masuk sehingga sebentar saja sudah nancep delam sekali di memeknya. Aku terus mengenjotkan kontolku keluar masuk. Ayu merintih2 keenakan, "Om, nikmat banget om, terus om, enjot yang keras". Tiba2 aku menarik kontolku sehingga tinggal kepalanya yang terjepit dimemeknya, kontolku hanya digerakkan pelan. Ayu jadi blingsatan, "Masukin lagi dong om, om nakal ih, ayo dong om dimasukin semua lagi", rengeknya. Tiba2 aku mengenjotkan lagi kontolku sehingga nancep semua, "Aakh, enak banget om". Belum hilang rasa enaknya, aku sudah menarik kontolku sehingga tinggal kepalanya saja yang nancep di memeknya, kugerak2kan pelan sampai ayu mulai merengek2 dan tiba2 kuenjotkan lagi sehingga nancep semuanya di memeknya. Berulang2 aku melakukan cara itu sehingga akhirnya ayu nyerah duluan, "Om masukin semuanya oom, Ayu nyampe, aakh", ayu mengejang, memeknya terasa meremas2 kontolku. Ayu terengah2 keenakan, kakinya diletakkan diranjang, aku mulai lagi mengenjotkan kontolku keluar masuk memeknya, segera napsunya bangkit lagi. Ayu menggeliat2 keenakan, tak lupa memeknya dikejang2kan untuk mengempot kontolku. Akupun meringis keenakan, "Terus diempot Ay, nikmat banget". Tiba2 aku berhenti mengenjotkan kontolku, ayu kupeluk dan aku berguling sehingga sekarang ayu yang diatas. Segera ayu yang ambil alih komando, pantatnya dienjotkan keatas kebawah, mengocok kontolku yang masih perkasa. toketnya yang berguncang2 seirama naik turunnya pantatnya kuremas2 dengan gemas, pentilnya kuplintir2nya sekalian. "Ngen tot gaya apa aja sama om, sama nikmatnya ya om", katanya sambil mempercepat enjotan pantatnya. "Ay, aku udah pengen ngecret Ay, kita berbalik lagi ya", kataku sambil memeluknya kembali dan berguling sehingga sekarang aku yang diatas kembali.

Aku mulai mengenjotkan kontolku keluar masuk dengan cepat dan keras, ayu makin terengah2 keenakan, "terus om, Ayu udah mau nyampe lagi, bareng lagi ya om", katanya. Akhirnya kembali ayu mengejang2 nyampe, sehingga memeknya kembali meremas2 kontolku. Akupun gak bisa bertahan lagi, sambil mengejotkan kontolku dalem2 aku ngecret, "Ay, enak Ay, aakh". pejuku kembali berhamburan dimemeknya. Ayu heran juga kayanya stok pejuku gak ada batesnya, setiap ngecret selalu keluarnya banyak. Setelah selesai semuanya, kami kembali membersihkan diri dikamar mandi.
Itulah Cerita 17 Tahun , Cerita Sex , Cerita Dewasa 2014 paling seru

Cerita Ngentot Terbaru | Indahnya Rambut Tante Sri Sexy

Indah rambutmu mengurai kata cinta

Tiada indah dunia tanpa kehadiranmu..
Itulah sebait potongan lagu yang dinyanyikan kelompok musik Kahitna yang berasal dari Bandung. Lagu ini memiliki kenangan tersendiri dengan kisahku berikut ini. Ini merupakan kisah nyata, yang kualami ketika aku masih kuliah dulu. Namaku Roy, saat ini aku sudah bekerja di salah satu kantor instansi pemerintah ternama di Ibukota.

*****

Cerita ini berawal ketika aku masih kuliah di kota Semarang. Sebut saja namaku Roy, aku anak bungsu dari lima bersaudara. Selama aku kuliah aku tinggal dirumah Tante Sri yang merupakan teman baik mamiku.

Tanteku namanya Sri Wahyuni, aku disuruhnya memanggilnya Tante tapi aku kadang memanggilnya Tante Sri, karena aku sudah dianggap anaknya sendiri olehnya. Tanteku seorang janda tanpa anak, suaminya meninggal karena sakit, dan segala kebutuhanku baik itu biaya kuliah maupun uang saku telah dipenuhi semua olehnya. Tanteku memang tidak terlalu tua umurnya kurang lebih 39 tahun, tanteku ini masih saja kelihatan seksi. Tubuhnya sangat terawat, karena rajin secara teratur mengikuti senam body language. Biarpun sudah kepala tiga tubuh tanteku tetap terawat. Pantatnya yang besar dan pinggulnya yang besar pula tapi pahanya yang putih mulus singset tanpa tumpukan lemak. Payudaranya yang besar, aku masih belum jelas berapa kira-kira ukurannya, tapi yang pasti masih kenyal dan tidak kendor. Satu hal lagi adalah rambutnya yang hitam, lebat, dan panjang sampai ke pantat.

Kejadian ini berawal dari kesenanganku melakukan onani. Pada siang itu keadaan rumah pas lagi kosong, sedangkan Tante Sri telah keluar ke supermarket sebentar.

"Lho Roy, kamu lagi ngapain kok tanganya dimasukin dalam celana kayak gitu sih? " terdengar suara Tante Sri yang tepat berada di depan pintu kamarku.
"Cuma gatal." jawabku sekenanya
"Kamu ini pagi-pagi sudah begitu, ayo mandi sana dulu biar segar."
Celetuk Tante Sri sambil membereskan tempat tidurku.
"Emang kalau sudah mandi, boleh diterusin Tante..? jawabku sambil memperhatikan wajah Tante Sri.
"Ich.. maunya ya.? jawab Tante Sri sambil mencubit pahaku, kemudian dia keluar dari kamarku sambil tersenyum manja padaku.

Aku sempat berpikir bagaimana ya agar aku dapat menikmati tubuh Tante Sri yang seksi, khususnya rambutnya itu ingin sekali aku memciuminya dan membelainya. Belum selesai lamunanku, Tante Sri telah masuk kekamarku, dengan memakai baju daster tipis tanpa lengan, sehingga payudaranya kelihatan menyembul keluar, dan lekuk-lekuk tubuhnya yang kelihatan sempurna.

"Gimana Roy?, Tante Sri cantik endak kalau pakai baju ini, kamu suka enggak Roy?" tanya Tante Sri sambil memamerkan daster tipis tersebut kepadaku.
"Bagus Tante.., Tante kelihatan sexy deh, apalagi kalau dipakai tiap hari." jawabku sambil menutupi kemaluanku dengan bantal agar tidak terlihat dengan Tante Sri, yang sejak tadi pagi sudah gaceng.
"Sungguh kamu mau Tante pakai baju kayak seperti ini setiap hari, Roy?" jawab Tante Sri sambil memandangku, kemudian Tante Sri duduk diranjang tepat di depanku.

Kemudian Tante Sri membuka ikatan rambutnya yang hitam lebat dan wangi tergerai, membuatku berdesir terkena sibakan rambutnya. Kemudian tanganku menyentuh dan membelai rambutnya yang tebal dan halus tersebut, Tante Sri tidak berkata apa-apa, hanya memandangku sambil tersenyum dan membelai keningku, hanya kadang digerak-gerakkan kepalanya, sehingga aku semakin leluasa mempermainkan rambutnya.

Sambil terus membelai memainkan rambutnya, imajinasi seksku semakin menjadi-jadi, sampai tiba-tiba lamunanku terhentak oleh suara Tante Sri,
"Kenapa Roy, senang ya sama rambutnya Tante..?'
Jantungku berdetak kencang,
"Eh.. iya, rambut Tante bagus panjang harum lagi" jawabku sekenanya.
"Ah kamu bisa aja, Tante tahu kamu sering perhatiin Tante kalau lagi yisir ya kan?"
"Tante kok tahu sih ma?" jawabku sambil bangun dan duduk dekat Tante Sri.
"Iya tahu sih..!" jawab Tante Sri sambil membetulkan dasternya.

Tanpa menjawab, aku langsung memeluk Tante Sri dengan lembut, dia mengusap-usap pungungku, dan menciumi leherku dan pipiku. Tubuhku tambah merapat ke tubuh Tante Sri, sementara tanganku membelai-belai rambutnya. Tegangan semakin tinggi, dan dengan sengaja tubuhku kurapatkan ketubuhnya, sekarang posisinya Tante Sri sedang memangku diriku, kurasakan dadaku bersentuhan langsung dengan kedua payudaranya sekaligus sambil kuciumi lehernya.

Tante Sri yang sudah mulai terangsang, dan tanpa berkata apa-apa langsung merebahkan diriku, tangannya sudah mulai bereaksi melorotkan celana pendekku dan celana dalamku sambil menyambar penisku yang sudah tegang, kemudian langsung dikocok-kocok dengan lembut, tidak mau kalah dengan tanteku. Tanganku semakin leluasa meremas-remas rambut dan payudara sekaligus kuciumi rambutnya yang semakin menambah nafsu birahiku.

Penisku yang sedari tadi dikocok-kocok dengan lembut, kemudian dia menungging menjilati penisku. "Auh..uh..!" rintihku menahan kenikmatan yang telah diberikan Tante Sri kepadaku.
Penisku dikenyot-kenyot sampai berwarna merah menahan kenikmatan,
"Ah.. auh.. Tante.., aku sudah nggak tahan Tante..!"
Tante Sri bahkan tidak menjawab, malah semakin keras menyedot penisku. Tubuhku semakin mengejang dan tapa bisa kubendung lagi, keluarlah cairan putih kental ke mulutnya, sambil tergolek lemas tanganku masih tetap menjambak rambutnya yang sudah tergerai tidak beraturan. Tante telan semua cairan spremaku.

Tante Sri memelukku, menciumiku, dia tersenyum melihat tingkahku yang salah tingkah.
"Tidak usah takut ya sayang.., gimana rasanya?"
"Enak Tante, tapi Roy takut Tante!" jawabku dengan perasaan belum tenang.
"Sudahlah.., tidak apa apa sayang, Tante tidak mungkin hamil oleh kamu sayang? Tante mandul sayang, sudah kamu tenangkan dulu pikiranmu, nanti Tante ajari yang lebih enak."

Kemudian dia menciumku dengan lembut, membuka dasternya sehingga terlihatlah payudaranya yang besar (Tante bilang ukurannya 36B), puting susunya kecil tapi menonjol seperti buah kelereng yang berwarna coklat kemerah-merahan.
"Roy sayang sini pegang payudaranya Tante gih.!"
"Iya Tante?" jawabku kemudian langsung aku pegang membelakangi, jadi Tante dapat bersandar ditubuhku, sedangkan aku dengan leluasa menciumi rambutnya dan kedua tanganku meremas-remas payudaranya, penisku kedekatkan ke pungung Tanteku. Rupanya Tante tahu yang kumaksud, Tante gusel-guselkan rambutnya persis dikepala penisku rambutnya yang lebat dan harum berserakan menutupi penisku. Kemudian aku putar tubuh Tante, kuciumi bibirnya lama sekali hampir lima menit kulakukan, kemudian kuciumi payudaranya kiri dan kanan dan kuremas-remas terus bergantian.

"Aghh.., aghh.., aghh.."
Suara itu keluar dari mulut tanteku di iringi dengan suara dari mulutku yang terus menghisap kedua payudaranya (Tante tidak memperbolehkan aku menghisap vaginanya, dikarenakan Tante mengangap kotor dan jijik aku sih oke-oke aja sih).

Begitu seterusnya hingga, "Udahh, aghh, aghh.. masukin aja punya kamu sayang".
Aku rebahkan tanteku kemudian kusibakan rambutnya kedepan sehingga payudaranya tertutup rambutnya, kuelus-elus vaginanya Tante yang sudah basah dan merah, penisku dipegangnya dibimbingnya masuk kelubang tersebut.

"Sleb.. sleb..!"
Sambil kupompa, kuputar-putar di dalam mengikuti gerakan pantat Tante, sambil terus memompa bibirku dan bibir tanteku bertahutan terus seperti sepasang kekasih yang tidak mau lepas sedangkan tanganku meremas-remas payudaranya yang masih tertutup rambutnya.

"Aduh.. Roy, terus.. Roy" sambil tangan Tante meremas pantatku.
Penisku semakin mengeras, sementara vag|na Tante terasa berdenyut. Mungkin sudah sekitar lima belas menit kami berpautan.
"Oh.. Roy.. oh.. sayang.., aduh enak Roy..Tante nggak tahan say.." rintih Tante.
Akupun semakin bernafsu memompa penisku ke vag|na Tante. sampai kedua tubuh kami mengejang dan memyemburlah cairan spermaku yang kedua kalinya di vag|na tanteku, kami berdua telah menikmati puncak orgasme sampai benar-benar habis, dan baru kucabut penisku setelah kami kelelahan.
Kemudian Tante bangun menjilat-jilat penisku dan membersihkan sisa spermaku. Setelah itu kami berdua menuju ke ruang tengah, aku duduk membelakangi Tante Sri dalam keadaan telanjang bulat.

"Bagaimana Roy, puas enggak sama Tante..?" tanya Tante Sri sambil menarik tanganku kemudian meletakkannya di payudaranya.
"Enak Tante, punya Tante enak Tante, makasih ya Tante" sahutku
"Tante senang, bahagia kalau sayang puas. Tante sebenarnya sudah lama pingin sama Roy, tapi Tante takut.., iya kalau mau, kalau enggak tante kan yang malu sayang."
"Cium Tante sayang".
"Emh.. uah.. emh.. uah, rambut Tante cium juga dong sayang emh.. uah" sahut Tante sambil tersenyum manis padaku.
"Tante, Roy sayang sama Tante.. emh.. uah"
"Iya, Tante juga sayang kok ama Roy, tapi Roy? Tante masih pingin, Roy mau engak..?" tanya Tanteku manja sambil memegang penisku
"Jelas mau dong tante, Roy kan sayang banget sama Tante, tapi Tante janji ya sama Roy".
"Janji apa sayang"
"Rambut Tante yang panjang ini, jangan dipotong ya.. Tante, ya.. Roy suka Tante" jawabku.

Kulihat Tante menyibakkan rambutnya kedepan tergerai memenuhi dadaku, harum wanginya .
dengan tersenyum Tante menjawab
"Iya ini buat anak Tante yang tersayang kok, Tante janji tidak akan Tante potong justru nanti mau Tante panjangin buat Roy, tapi nanti Roy yang nyisirin rambut Tante tiap hari ya sayang" "Terus anak Tante minta apa lagi ya.. ama Tante" sambil mencium bibirku.
"Roy mau Tante pakai baju yang sexy, soalnya Roy seneng liat payudaranya Tante yang besar itu sama lihat vaginanya Tante yang banyak bulunya itu.. lho tante?" kataku sambil memegang payudaranya dan vaginanya Tante.
"Uuhh.. nakal ya sama Tante, iya Tante nanti tiap hari pakai baju yang sexy, kalau tidak Tante biar tidak pakai baju aja biar anak Tante seneng bisa liat punya tantenya, Roy sayang juga boleh kok.., menyetubuhi Tante tiap hari, pokoknya..? kapanpun Roy mau..? dimanapun..? Tante siap gelayani Roy..ya sayang.., sudah Roy tidak ada permintaanS lagi sayang..?"
"Enggak Tante, Tante makasih ya Tante, Roy sayang sama Tante" sahutku sambil memandang tanteku.

Setelah beristirahat, kami melanjutkan persetubuhan kami sampai jam 3 pagi. Setelah itu kami tertidur dalam keadaan telanjang bulat, keesokan harinya kami lakukan lagi persetubuhan tersebut dan tidak terhitung berapa kali kami bersetubuh.

Cerita Mesum Terbaru | Memamerkan Keindahan Istriku

Yenny, adalah istriku yang sangat aku cintai. Kami adalah pasangan suami istri yang baru 3 bulan menjalani bahtera rumah tangga. Sosoknya yang cantik, pintar, anggun dan sexy benar-benar mempesonaku ketika pertama kali kami berkenalan. Sampai saat ini sosok itu masih terlihat begitu indah. Sungguh sebuah anugerah Tuhan sehingga aku bisa melihat sosok itu bisa terbaring polos setiap pagi disampingku.

Ternyata sosoknya yang mempesona tersebut tidak hanya merebut hatiku. Hampir semua laki-laki normal pastilah terpesona melihat sosoknya. Rambut yang panjang hitam, kulit yang putih, payudara yang besar dan montok, serta pahanya yang padat dan mulus, pastilah membuat mata-mata nakal kerap terbelalak. Aku sangat bangga melihat bagaimana laki-laki lain terpesona dan kagum melihat sosok istriku tersebut. Bahkan bisa dikatakan aku cenderung suka sekali “memamerkan” keindahan tersebut kepada sesama kaumku. Melihat laki-laki lain menatap mupeng ke bagian-bagian tubuh sensitif istriku, justru membuat aku terangsang. Sangat terangsang!

Istriku sendiri sudah mengetahui “keanehan”-ku tersebut. Ia dapat memakluminya sifatku, karena pada dasarnya ia sendiri memang memiliki sedikit bibit eksibionis dalam dirinya. Sejak pacaran dulu, baju berleher rendah serta rok mini memang merupakan “seragam” wajib bagi istriku saat bersamaku. Ternyata hobby eksibionis ini telah ia mulai sejak jaman SMU dulu. Aku kerap meminta dia untuk bercerita tentang pengalaman masa lalunya melakukan eksi di depan teman-teman, guru dan dosennya. Aku sangat suka mendengarkan penuturannya bagaimana ia pura-pura tidak sengaja mempertontonkan, belahan dadanya, pahanya atau celana dalamnya di depan laki-laki lain. Di ujung cerita pastilah berakhir dengan persetubuhan kami yang begitu panas di ranjang.

Di sini aku ingin berbagi salah satu kisah aksi eksi istriku ketika kami telah menikah. Aksi yang dilakukannya ini selalu bisa membuat diriku “tegang” setiap kali mengingatnya. Kisah ini dimulai saat suatu hari aku menjemput istriku dari tempatnya bekerja. Istriku itu bekerja di salah satu bank swasta yang cukup bonafit di kota kami.

“Hai Pa, sudah lama nunggu?”, istriku tersenyum begitu masuk ke dalam mobil.

“Baru aja kok”.

Ciuman langsung mendarat di pipi dan bibirku. Kami memang selalu membiasakan untuk tetap bersikap romantis, walaupun saat ini status kami adalah suami istri. Ciuman pun merupakan hal wajib ketika kami bertemu. Ketika kami berciuman, dengan nakal aku meremas payudaranya dari balik blazer.

“Ih, Papa nakal!”, Istriku memukul pundakku selesai bibir kami terlepas.

“Biarin…”, aku menggodanya.

Tanganku langsung mendarat di paha kanannya. Aku elus-elus paha mulus kebanggaanku tersebut. Aku memang suka sekali melihat dia memakai seragam kerjanya. Blazer dan rok span mini ketat, selalu saja membuatku uring-uringan setiap kali bertugas mengantar dan menjemputnya. Memang tidak setiap hari aku melakukannya, hanya jika kebetulan ada tidak terlalu sibuk di kantor, tapi aku sangat suka melakukannya. Aku suka membayangkan bagaimana setiap hari teman kerja dan juga nasabah-nasabahnya pastilah menatap mupeng ke arah tubuh istriku. Istriku terlihat santai mengikat rambutnya, walaupun saat itu tanganku sibuk “bermain-main” dipahanya.

“Pa, ntar di jalan mampir beli mangga dulu ya”.

“Lo ada apa kok tiba-tiba pengen mangga?”.

“Iya pengen aja, kayaknya Mama lagi ngidam nih hehehe…”.

“Serius?”, mataku langsung berbinar-binar. Sebagai seorang suami mendengar istri mengandung anak pertama tentunya sangatlah membahagiakan.

Istriku tersenyum menggoda, “Hehehe… ngga tau juga deh, ntar musti di cek ke dokter dulu buat mastiin”.

“Sip deh, kalo gitu ntar Papa anter”.

“Iya, tapi tangannya berhenti dulu dong”, istri memegang tanganku yang sudah beberapa saat lalu masuk ke dalam roknya.

“Hehehe… abis Mama bikin ngga nahan sih”.

Istriku hanya tersenyum mendengarnya. Dibiarkannya tanganku untuk beberapa saat lagi di dalam roknya. Kami kembali berciuman, sambil tanganku merasakan renda-renda tipis di permukaan celana dalam yang dipakainya. Setelah puas tanganku “bermain”, mobil pun melaju keluar dari areal parkir.

Seperti janjiku, aku mengantarkan istriku ke tempat penjualan buah-buahan. Toko buah itu berada di pinggir jalan dan kebetulan suasana terlihat sepi. Aku pun lalu memarkirkan mobil di depan toko.

“Pa, Mama aja deh yang turun, Papa diem aja di mobil”.

Aku menurut. Istriku turun dari mobil kemudian masuk ke dalam toko. Toko buah itu sama sekali tidak tertutup dan berpintu, sehingga dari mobil aku bisa melihat secara jelas apa yang terjadi di dalam. Beberapa lama aku memandang ke dalam toko, aku melihat istriku sedang memilih-milih buah sambil ditemani oleh seorang pemuda di sampingnya. Aku tersenyum kecil, ketika melihat sesekali pemuda itu melirik-lirik ke belahan blazer istriku ketika memilih buah. Mata nakalnya juga terlihat menatap nanar ke arah pantat istriku setiap kali ia berkesempatan berada di belakangnya.

Ketika aku melihat istriku dan pemuda itu berjongkok sambil memilih semangka yang diletakkan di rak terbawah, timbullah keisenganku. Ku ambil handphone dan men-dial nomor istriku. Dari tempatku berada, aku bisa melihat istriku agak heran melihat nomorku muncul di layar handphone-nya.

“Ada apa Pa?”.

“Ma, kayaknya tu cowok di samping Mama jelalatan deh ngeliatin paha Mama hehehe…”.

“Apaan sih, nelpon cuma mau bilang gitu doang?”, terdengar suara istriku sedikit berbisik.

“Iya, Papa suka lo ngeliatnya dari sini, bikin Papa horny”.

“Ih Papa genit!”.

“Hehehe… kasi liat aja gih sekalian yang ada di dalem rok”.

“Boleh nih?”, tanya istriku.

“Boleh dong!”, sahutku bersemangat.

Sambil masih memegang handphone terlihat istriku berbicara dengan sang pemuda.

“Kalo duren import ada ngga?”.

“Ada Bu, disebelah sana”.

Rupanya istriku sengaja tidak mematikan handphone-nya, mungkin agar aku bisa mendengar percakapannya dengan pemuda tersebut. Kemudian terlihat pemuda itu berdiri dan istriku mengikutinya dari belakang. Keduanya berjalan menuju rak duren.

“Awas lo ntar cemburu”, ucap istriku kembali berbicara denganku.

“Ngga dong, kan Papa yang nyuruh”.

Istriku terlihat menunjuk salah satu buah duren. Pemuda itu mengambilnya dan memperlihatkannya kepada istriku. Istriku melihat duren tersebut dengan seksama. Ia menggelengkan kepalanya dan menunjuk ke arah duren lainnya yang ada di rak. Pemuda itu meletakkan duren yang dipegangnya dan mengambil duren yang ditunjuk istriku.

“Bisa di coba ngga?”, aku mendengar istriku kembali berbicara dengan pemuda tersebut.

“Aduh ngga bisa Bu, soalnya kita tidak nyediain buah sample”.

“Iya udah, ntar saya beli yang itu saja, tapi tolong dibuka dulu ya, saya mau coba dulu isinya”.

Pemuda itu mengangguk.

“It’s show time!”, istriku sekilas berbisik denganku melalui handphone. Aku bisa melihat ia tersenyum ke arahku. Aku pun membalas senyuman tersebut.

Kemudian pemuda itu berjongkok dan meletakkan buah tersebut di lantai. Istriku ikut berjongkok di depannya. Istriku sengaja mengambil posisi berhadapan dengan pandanganku, mungkin agar aku bisa melihat dirinya secara jelas. Pemuda itu terlihat sibuk membuka duren yang dipegangnya, sedangkan aku bisa melihat istriku berlahan mulai membuka agak lebar kedua pahanya. Sekilas aku bisa melihat sesuatu berwarna krem sedikit mengintip diantara kedua pahanya. Aku saja yang berjarak cukup jauh bisa melihat itu, bagaimana pemuda tersebut, pikirku.

“Silakan Bu”, aku mendengar suara pemuda itu sayup-sayup melalui handphone-ku.

“Makasi”.

Istriku tersenyum. Ia lalu terlihat mengambil sebuah biji duren dan mencobanya.

“Oh ini bijinya kok ngga besar ya?”, istriku mengacungkan biji duren yang dipegangnya. Ia sengaja mengatakan itu agar pemuda itu menoleh ke arahnya.

Saat menoleh itulah agaknya pemuda itu tahu kalau posisi kaki istriku agak mengangkang. Aku tahu karena mendengar suaranya yang agak tergagap. “I… iya bu, so… alnya duren bang… kok”.

Istriku rupanya menyadari kalau pemuda itu telah memakan umpannya. Dengan santainya ia kembali menikmati buah duren yang dipegangnya, sambil berpura-pura tidak menyadari kalau pandangan mata pemuda itu mengarah ke selangkangannya. Di balik celanaku langsung menegang. Aku memang tidak terlalu jelas melihat wajah si pemuda, namun aku bisa membayangkan ekspresi mupeng dirinya. Istriku sengaja berlama-lama memakan buah duren tersebut, agar memberikan waktu bagi pemuda itu untuk terus menikmati “pemandangan” yang disajikannya.

“Tolong dijagain ya Dik, saya mau ambil dompet dulu di mobil”.

Aku heran mendengar perkataan istriku. Buat apa ia mau ke mobil? Menggoda aku? Tanyaku dalam hati. Yang jelas kemudian aku melihat istriku sudah berdiri kembali.

“Eh ngga usah di angkat, biarin aja dibawah”, kembali aku mendengar suara istriku melalui handphone.

Aku melihat istriku berjalan mendekatiku. Ia kemudian masuk ke dalam mobil dan duduk disampingku.

“Gimana? Suka Pa?”. Istriku tersenyum genit.

“Suka banget! Mama bener-bener nakal hehehe…”.

“Mama mau lebih nakal nih!”.

“Ah? Maksudnya?”, aku mengerutkan keningku.

Tanpa menjawab pertanyaanku, tiba-tiba istriku mengangkat rok span mini yang dipakainya. Dengan santainya lalu ia melorotkan celana dalam kremnya dari dalam rok. Aku terbelalak melihat keberanian istriku tersebut. Sungguh aku tidak menduganya. Saat itu bukannya aku marah, namun darahku langsung berdesir hebat membayangkan apa yang akan dilakukan istriku nanti.

“Nih jagain celana dalem Mama”, istriku mengerlingkan matanya. Ia lalu melemparkan kain mungil transparan, berenda itu kepangkuanku.

Aku hanya bisa mematung melihat istriku turun dari mobil. Tanpa sadar handphone yang menempel di telingaku sejak tadi telah berbunyi nada off. Berarti istriku tadi telah mematikan handphone-nya juga. Segera setelah memasukkan handphone dan juga celana dalam istriku ke dalam kantong, aku langsung menyusul turun. Ketika aku masuk ke dalam toko, aku bisa melihat istriku sudah berjongkok kembali di depan si pemuda. Istriku yang melihat kedatanganku hanya tersenyum kecil. Aku langung berpura-pura berdiri memilih buah-buahan di rak di dekat mereka.

“Bukain lagi dong yang itu”, istriku menunjuk ke arah bilah duren di lantai yang belum terbuka.

Aku melihat kedua paha istriku masih menutup rapat saat itu. Sambil berusaha membuka bilah duren, walau membelakangiku tapi aku yakin pemuda itu sesekali melirik ke arah kedua paha istriku. Mungkin dia berharap nantinya kedua paha mulus itu akan membuka kembali. Benar saja, selang beberapa detik istriku mulai beraksi. Ia berlahan-lahan membuka kembali kedua pahanya namun membuatnya seakan-akan ia tidak sengaja melakukannya. Terlihatkah selangkangan montok miliknya yang tak lagi tertutup celana dalam. Aku yang melihatnya langsung menelan ludah.

“Si… silakan Bu…”, ucapan pemuda itu kembali terdengar tergagap. Ia menoleh ke arah istriku.

Saat itu mungkin pemuda itu telah melirik ke arah paha istriku dan heran kalau “benda” berwarna krem yang dilihatnya tadi ternyata sudah tidak ada lagi. Aku yang sedang berdiri beberapa meter dari mereka saja bisa melihat kalau selangkangan istriku sama sekali sudah tidak tertutupi, apalagi si pemuda. Aku bisa melihat jelas lubang kenikmatan istriku yang terlindungi bulu-bulu halus yang tercukur rapi. Aku memang sengaja memintanya untuk rajin mencukur bulu pubiknya, sehingga memudahkan aku untuk memainkan lidahku disana. Walaupun aku sudah sering melihat vag|na istriku terbuka, namun saat itu terasa sangat berbeda. Aku benar-benar bergetar hebat dibuatnya.

Istriku dengan santainya mengambil buah duren dan kembali mencobanya. Ekspresi wajahnya benar-benar terlihat santai. Rona wajah cantiknya benar-benar menggambarkan kalau ia tidak mengetahui bahwa saat itu ada dua pasang mata nakal sedang menatap nanar ke arah kewanitaannya. Saat istriku menoleh kearahku dan mengacungkan biji duren yang dipegangnya, mungkin itulah saat dimana istriku membuka kedua pahanya dengan sangat lebar. Sangat teramat lebar!

“Pa, coba deh enak lo”, istriku tersenyum kecil.

“Ngga deh, ntar di rumah aja”, ucapku pura-pura tidak tertarik. Sekilas aku kembali melirik ke arah si pemuda. Ia terlihat begitu gugup dan kaku.

“Kalo gitu ini dibungkus aja ya Dik bareng mangga yang tadi, terus saya ambil duren yang seperti ini tiga lagi”, istriku tersenyum ke arah si pemuda. Ia masih terlihat begitu tenang, walaupun sebenarnya ia sudah tahu pasti kalau sejak tadi si pemuda sedang menikmati keindahan liang senggamanya.

“I… iya Bu”, pemuda itu terdengar berusaha untuk tetap sopan.

Sumpah waktu itu apa yang ada dibalik celanaku benar-benar menegang hebat. Aku tidak tahu apa yang sedang dirasakan oleh si pemuda saat itu. Aku juga tidak tahu apa yang dirasakan oleh istriku saat itu. Mungkin si pemuda sama “tersiksa”-nya seperti yang sedang aku rasakan. Terpaksa aku harus lebih dahulu berjalan kembali ke mobil. Di dalam mobil aku langsung meremas-remas selangkanganku. Seandainya aku tidak sadar itu adalah tempat umum, mungkin saat itu juga aku akan mengeluarkan batang-ku dan mulai mengocoknya.

“Taruh di dalam saja”, aku mendengar suara istriku di luar mobil. Aku pun langsung menghentikan remasanku.

Terdengar suara pintu terbuka di belakang. Aku lalu menoleh ke belakang. Si pemuda ternyata mengikuti istriku dari belakang sambil menenteng sebuah tas plastik dan tiga buah ikatan duren.

“Laptop sama tasnya Mama taruh di kursi paling belakang ya Pa, biar ada tempat buat buat-buahnya”.

Tanpa menunggu jawabanku. Istriku langsung naik ke dalam mobil dan mengambil tas laptop juga tas kerjaku. Ketika istriku hendak menaruh kedua tas itu di kursi belakang, ia mengambil posisi agak menungging dengan bertumpu pada lututnya. Dengan posisi tersebut, rok mini yang dipakainya pastilah terangkat sehingga membuat bongkahan pantat montoknya bisa terlihat dengan jelas. Bahkan mungkin juga belahan vaginanya. Aku langsung membalikkan pandanganku, takut kalau aku menatap juga ke arah yang sama maka pemuda itu akan malu untuk ikut menikmati pemandangan tersebut. Pemandangan indah yang mungkin sengaja disajikan oleh istriku sebagai “hidangan” penutup.

“Sini tas plastiknya”, istriku menoleh ke arah si pemuda.

Aku benar-benar kagum dengan istriku. Ia benar-benar terlihat natural sekali memainkan perannya terlihat berpura-pura tidak sengaja mempertontonkan bagian-bagian sensitif dari tubuhnya. Aku yakin saat ini pasti si pemuda sedang menikmati betul melahap pantat montok istriku dengan kedua mata nakalnya.

“Nah sekarang durennya…”.

Aku berpura-pura memperbaiki posisi kaca spion depan, padahal aku sebenarnya ingin melihat situasi di belakang. Dari kaca spion aku bisa melihat ekspresi wajah mupeng si pemuda dengan sangat jelas. Aku pun sampai harus kembali meremas-remas selangkanganku dengan sembunyi-sembunyi. Beberapa saat kemudian istriku sudah turun kembali dari dalam mobil.

“Makasi ya Dik”, ucap istriku.

“Ma… makasi ju… ga Bu”, pemuda itu langsung melangkah kembali ke dalam toko. Entah apa maksud kata terima kasih yang diucapkannya tadi. Mungkin maksudnya terima kasih juga untuk vag|na dan pantat ibu yang montok.

Istriku kemudian masuk ke dalam mobil. “Papa menikmatinya? Hehehe…”.

“Banget Ma! Menikmati banget!”, aku langsung memeluk istriku dan mencium bibirnya dalam-dalam.

Setelah itu mobil melaju meninggalkan toko buah tersebut. Namun sebagai pengemudi aku sama sekali tidak bisa konsentrasi mengemudikan mobil karena terus mengingat apa yang barusan terjadi. Mobil pun hanya bisa aku kemudikan sepanjang kurang dari satu kilometer, karena aku akhirnya meminta istriku untuk mengoral batang penisku saat itu juga di pinggir jalan. Saat itu memang istriku mampu membuatku “keluar”, namun sesampai si rumah ia harus rela aku gauli di atas sofa tanpa sempat mengganti seragam kerjanya. Bahkan malamnya, istriku harus kembali rela kerja “lembur” melayani aku sampai tengah malam. Kami sangat menikmati sekali persetubuhan kami malam itu. Sungguh sebuah pengalaman yang indah.